, KAREBA – Layanan Bus Trans Palu di Kota Palu, Sulawesi Tengah, resmi dihentikan sementara mulai 26 Juli 2026 hingga 31 Juli 2026. Keputusan ini diambil oleh pengelola transportasi publik Kota Palu, yakni Dinas Perhubungan Kota Palu, untuk perawatan armada dan evaluasi menyeluruh guna peningkatan kualitas layanan. Masyarakat diharapkan memperhatikan informasi ini karena Bus Trans Palu dihentikan sementara.

Penghentian sementara layanan ini akan berlangsung selama enam hari penuh. Berdasarkan pengumuman resmi, Bus Trans Palu akan kembali beroperasi secara normal pada 1 Agustus 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat pengguna transportasi publik.

Selama periode penghentian, seluruh armada tidak akan melayani penumpang. Waktu ini akan dimanfaatkan untuk pemeriksaan teknis unit bus, peninjauan sarana dan prasarana pendukung, evaluasi kinerja pramudi, serta penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP). Proses ini penting agar layanan Bus Trans Palu dapat berjalan lebih efektif saat diaktifkan kembali.

Pola penghentian dan aktivasi kembali layanan Bus Trans Palu bukan hal baru. Sebelumnya, layanan ini juga sempat dihentikan sementara pada Oktober 2025 dan kembali diaktifkan pada akhir Januari 2026. Hal ini menunjukkan bahwa sistem transportasi publik Kota Palu masih dalam fase konsolidasi dan pembenahan berkelanjutan untuk mencapai standar layanan yang optimal.

Jaringan Bus Trans Palu pada awal 2026 telah diperbarui dengan 4 koridor utama dan 11 sub-rute, didukung oleh total 19 unit bus. Koridor-koridor utama ini menghubungkan pusat kota dengan berbagai titik vital seperti Pelabuhan Pantoloan, Bandara Mutiara Sis Aljufri, kampus Universitas Tadulako (UNTAD), serta kawasan perbatasan Palu-Donggala. Evaluasi yang dilakukan saat Bus Trans Palu dihentikan sementara ini mencakup semua aspek jalur tersebut.

Bagi warga yang bergantung pada moda transportasi ini, penghentian sementara Bus Trans Palu ini tentu berdampak langsung pada mobilitas sehari-hari. Dengan jaringan yang kini mencakup koneksi ke pelabuhan, bandara, kampus, dan pusat pemerintahan, keandalan dan kepastian waktu operasional menjadi isu krusial yang diharapkan dapat terjawab pasca evaluasi ini. Dinas Perhubungan Kota Palu berkomitmen untuk memastikan layanan yang lebih baik di masa mendatang setelah Bus Trans Palu dihentikan sementara ini.