JAKARTA,  — Corteva dan BP meluncurkan usaha patungan Etlas biofuel pada Selasa dengan kepemilikan 50:50 untuk memproduksi bahan baku minyak berbasis tanaman. Kemitraan ini menargetkan satu juta metrik ton bahan baku per tahun pada pertengahan 2030-an, dengan pasokan awal pada 2027.

Target Produksi dan Tanaman Utama

Etlas membudidayakan kanola, mustard, dan bunga matahari di lahan pertanian yang sudah ada selama periode antara musim tanam pangan utama. Langkah ini menghindari kebutuhan lahan tambahan sekaligus memberikan pendapatan baru bagi petani. Sementara itu, produksi satu juta metrik ton bahan baku tersebut dapat menghasilkan lebih dari 800.000 ton biofuel berkualitas tinggi.

Perusahaan memanfaatkan periode bera atau tanaman penutup tanah untuk menanam bahan baku biofuel. Petani memperoleh manfaat ganda karena tanaman ini meningkatkan kesehatan tanah. Selain itu, Etlas menekankan produksi berkelanjutan tanpa mengganggu produksi pangan utama.

Permintaan SAF dan Diesel Terbarukan Meningkat

Kemitraan Corteva dan BP menjawab lonjakan permintaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) dan diesel terbarukan. Perkiraan industri memproyeksikan permintaan global SAF mencapai 10 juta ton pada dekade 2030-an, naik dari satu juta ton pada 2024. Namun, permintaan diesel terbarukan diprediksi meningkat menjadi 35 juta ton dari 17 juta ton pada periode yang sama.

Laporan Mordor Intelligence pada Januari 2025 memperkirakan nilai pasar diesel terbarukan tumbuh dari USD 33,91 miliar menjadi USD 50,26 miliar pada 2030, dengan CAGR 8,19%. Kemudian, proyeksi SkyNRG 2025 menunjukkan permintaan SAF capai lebih dari 15 juta ton pada 2030. Saat ini, 82 persen kapasitas SAF bergantung pada ketersediaan bahan baku.

Struktur Kepemimpinan Etlas

Ignacio Conti, Direktur Pengembangan Bisnis Global Corteva, menjabat sebagai CEO Etlas. Sementara itu, Gaurav Sonar, Wakil Presiden Novel Feedstocks BP, memimpin dewan direksi. “Karena industri penerbangan mencari sumber SAF yang andal, berkelanjutan, dan kompetitif dari sisi biaya, jelas bahwa petani memiliki peran krusial untuk dimainkan,” kata Ignacio Conti dalam pernyataan resminya.

Judd O’Connor, Wakil Presiden Eksekutif Unit Bisih Benih Corteva, menyatakan usaha patungan Etlas biofuel ini memenuhi misi perusahaan untuk menggerakkan dunia dan mendukung petani. Philipp Schoelzel, Wakil Presiden Senior Pertumbuhan Biofuel BP, menyebut Etlas sebagai usaha patungan bermodal ringan yang menciptakan opsi baru dalam rantai nilai biofuel. Meskipun begitu, kedua perusahaan menekankan komitmen pada produksi rendah karbon.

Konteks Industri Biofuel Global

Peluncuran Etlas menandai realisasi kemitraan yang pertama kali diumumkan pada November 2024. Usaha patungan ini memanfaatkan keahlian Corteva di bidang benih dan BP di sektor energi. Petani memperoleh pendapatan tambahan dari tanaman antara musim, sementara industri penerbangan dan transportasi darat mendapat pasokan bahan baku stabil.

Kemitraan ini mendukung transisi energi global menuju bahan bakar rendah karbon. BP, sebagai perusahaan energi multinasional, terus memperluas portofolio biofuel melalui inovasi seperti Etlas (bp.com). Corteva berkontribusi dengan teknologi pertanian berkelanjutan untuk memenuhi target produksi jangka panjang.

Etlas beroperasi sebagai entitas independen dengan fokus pada efisiensi biaya dan keberlanjutan. Produksi awal pada 2027 akan memasok pasar SAF dan diesel terbarukan yang terus berkembang. Langkah ini memperkuat posisi kedua perusahaan di sektor energi hijau global.*/LIA