WASHINGTON, KAREBA — FIFA mempertahankan penghargaan perdamaian Trump meskipun Presiden AS Donald Trump ancam tarif dan militer ke delapan negara Eropa terkait Greenland. Pernyataan ini muncul setelah upacara pemberian trofi emas pada 5 Desember 2025 di Washington. Kritik muncul akibat aksi militer AS di Venezuela dan ancaman ke Iran serta Meksiko.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan penghargaan perdamaian perdana tersebut saat undian . Trump menerima trofi emas, medali, dan sertifikat di Kennedy Center. Selama pidato, Trump klaim ia selamatkan “puluhan juta nyawa” lewat intervensi dan cegah perang sebelum terjadi.​

Sementara itu, juru bicara FIFA menyatakan dukungan kuat terhadap penghargaan tersebut. “FIFA strongly supports its annual peace prize, an award to recognise exceptional actions for peace and unity,” kata juru bicara FIFA kepada The Guardian pada Minggu lalu. FIFA sebut hubungan baik dengan Trump, Kanada, dan Meksiko hasilkan White House Task Force untuk Piala Dunia di AS.

Namun, kontroversi meningkat setelah AS tangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada 2 Januari 2026. Pasukan AS bawa Maduro ke pengadilan AS, di mana ia mengaku tidak bersalah pada 5 Januari. Trump juga ancam aksi militer ke Iran, Meksiko, Kolombia, dan Greenland untuk alasan keamanan.​

Krisis transatlantik memuncak saat Trump umumkan tarif 10 persen mulai 1 Februari 2026 terhadap Denmark, Jerman, Prancis, Inggris, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Belanda. Tarif naik jadi 25 persen pada 1 Juni jika Denmark tolak jual Greenland ke AS. Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer sebut rencana ini “completely wrong”.

Di Jerman, Jürgen Hardt, juru bicara politik luar negeri CDU/CSU dan sekutu Kanselir Friedrich Merz, usul boikot Piala Dunia 2026.

“Keluar dari turnamen itu, namun, hanya akan dipertimbangkan sebagai upaya terakhir untuk membuat Trump sadar mengenai isu Greenland,” kata Hardt kepada BILD. Ia catat Trump anggap Piala Dunia sangat penting baginya.

Selain itu, organisasi hak asasi FairSquare ajukan keluhan ke komite etik FIFA usai upacara. Keluhan tuduh Infantino langgar aturan netralitas politik FIFA. Sumber anonim FIFA ungkap rasa malu dalam organisasi, sebut tuan rumah Piala Dunia di AS jadi “very delicate” dan “difficult”.​

FIFA soroti pula pemimpin oposisi Venezuela María Corina Machado, penerima Nobel Perdamaian 2025, serahkan medalinya ke Trump minggu lalu. Nobel Foundation klarifikasi hadiah tak bisa dipindah dan terikat selamanya pada penerima asli. Meskipun begitu, FIFA teguh pertahankan keputusan penghargaan perdamaian Trump di tengah tekanan global.

Pejabat FIFA tekankan hubungan baik ini dorong persiapan Piala Dunia 2026 yang sukses. Kritik terus bergulir dari Eropa dan aktivis hak asasi, tapi FIFA tetap pertahankan sikapnya.*/LIA