DAVAS, KAREBA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar pertemuan dengan pimpinan Nvidia dan Amazon Web Services (AWS) di sela World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss.
Mereka membahas potensi Nvidia Amazon investasi digital Indonesia, khususnya data center dan keamanan siber di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Batam.
Pertemuan berlangsung di Indonesia Pavilion pada 22-24 Januari 2026. Airlangga memanfaatkan agenda WEF untuk menindaklanjuti perundingan tarif perdagangan Indonesia-AS. Selain Nvidia dan AWS, hadir pimpinan Docusign, Crowdstrike, serta Cloudflare.
“Beberapa perusahaan yang tertarik antara lain Nvidia, Amazon Web Service, Docusign, Crowdstrike, dan Cloudflare,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sabtu (24/1).
Diskusi menyoroti tren ekonomi digital global. Para pimpinan perusahaan menyatakan ketertarikan Nvidia Amazon investasi digital Indonesia untuk memperkuat infrastruktur nasional. Sementara itu, Nongsa Digital Park hadir sebagai perwakilan pengelola KEK Nongsa di Batam.
KEK Nongsa sudah menarik investasi signifikan sebelumnya. Hingga April 2025, realisasi investasi data center di kawasan itu mencapai 28 juta dolar AS. Lokasi strategis Batam mendukung proyek-proyek besar seperti pusat data berkapasitas hingga 80 MW dari investor seperti BW Digital.
Airlangga menekankan potensi pengembangan investasi di bidang data center, keamanan siber, dan infrastruktur digital. Namun, ia belum ungkap nilai investasi pasti dari pertemuan ini. Selain itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengonfirmasi fokus pada sektor tersebut.
Pertemuan juga melibatkan Badan Pengusahaan Batam sebagai fasilitator. Kawasan Nongsa diproyeksikan jadi hub ekonomi digital nasional. Kemudian, Airlangga bertemu Menteri Investasi Yordania Tareq Abu Ghazaleh untuk tindak lanjut MoU antara Danantara dan Jordan Investment Fund.
Meskipun begitu, pemerintah optimis langkah ini percepat transformasi digital. Pertemuan di WEF memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis AS di Asia Tenggara. Diskusi mencakup peluang jangka panjang di tengah dinamika ekonomi global.
Airlangga didampingi Menteri Investasi Rosan Roeslani dan CIO Danantara Pandu Sjahrir. Mereka membahas peluang investasi strategis di Yordania juga. Langkah ini sejalan dengan pidato Presiden Prabowo Subianto yang memperkenalkan Danantara dengan aset kelolaan mendekati 1 triliun dolar AS.
Indonesia Pavilion menjadi pusat diplomasi ekonomi selama WEF 2026. Pertemuan semacam ini dorong masuknya modal asing ke sektor prioritas. Pemerintah terus pantau perkembangan follow-up dari dialog di Davos.*/LIA