JAKARTA, KAREBA — Saham PT Bumi Resources Tbk (PT Bumi Resources Tbk) tertekan aksi divestasi senilai Rp1,7 triliun pada Rabu (14/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mencetak rekor tertinggi di level 9.032,58.
Investor mencatat saham BUMI mengalami tekanan jual terbesar dari kalangan asing. Net foreign sell mencapai Rp220,52 miliar pada sesi perdagangan Rabu. Saham ini anjlok 6,88 persen ke Rp406 per saham sehari sebelumnya.
Chengdong Corporation memicu penurunan utama. Perusahaan ini menjual 3,71 miliar lembar saham BUMI antara 23 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Harga transaksi berkisar Rp363 hingga Rp461 per saham, meraup keuntungan Rp1,35 triliun hingga Rp1,71 triliun.
Kepemilikan Chengdong menyusut drastis. Awalnya mencapai 22,27 miliar saham atau 5,99 persen, kini tinggal 18,56 miliar saham atau 4,99 persen. Entitas ini tak lagi masuk daftar pemegang saham di atas lima persen.
Sementara itu, IHSG menguat 0,94 persen. Indeks ini menembus level 9.000 untuk pertama kali. Namun, saham BUMI rebound tipis 2,96 persen ke Rp418 pada Rabu.
Sentimen MSCI turut memengaruhi Grup Bakrie. Saham PT Darma Henwa Tbk turun 10,13 persen ke Rp710. PT Bumi Resources Minerals Tbk melemah 5,16 persen ke Rp1.195.
Analis Traderindo Wahyu Tri Laksono menyoroti volatilitas. “Meskipun fundamental membaik, saham grup ini punya sejarah ekstrem,” katanya. BUMI jadi kandidat kuat masuk MSCI Indonesia Global Standard pada 10 Februari 2026.
Pasar menanti rebalancing MSCI. Investor asing wait and see di tengah koreksi Grup Bakrie. Namun, kinerja year-to-date BUMI tetap positif 14,21 persen.
Chengdong merealisasikan untung setelah kenaikan tiga bulan 194,37 persen. Laporan Bloomberg Technoz sebut keputusan ini wajar. Saham BUMI tertekan divestasi ini kontras dengan euforia IHSG.
Kondisi ini picu sikap hati-hati investor. Meskipun begitu, fundamental perusahaan batubara tetap solid. Perdagangan Kamis (15/1/2026) jadi pantauan ketat pelaku pasar.
Bursa Efek Indonesia (BEI) catat transaksi stabil. Namun, tekanan asing dominasi saham komoditas. Investor ritel justru beli saham blue chip lain.
Secara keseluruhan, saham BUMI tertekan divestasi ini tunjukkan dinamika pasar. Euforia IHSG tak selamatkan semua emiten. Analis sarankan pantau sentimen global batubara.*/LIA