NANJING, KAREBA – KAREBA Para ilmuwan Observatorium Purple Mountain di Nanjing, China, merilis LTE440 pada Desember 2025. Perangkat lunak Lunar Time Ephemeris ini menyinkronkan waktu antara Bumi dan Bulan secara akurat untuk mendukung misi antariksa mendatang.
Tim peneliti mengembangkan LTE440 guna mengatasi perbedaan waktu akibat gravitasi Bulan yang lebih lemah. Jam di Bulan berdetak 56 hingga 58,7 mikrodetik lebih cepat per hari dibandingkan jam di Bumi. Perbedaan kecil ini mengganggu sistem navigasi pesawat luar angkasa yang bergantung pada sinyal radio presisi tinggi.
LTE440 mengotomatiskan perbandingan waktu lunar dan Bumi dengan akurasi puluhan nanodetik. Sistem ini mempertahankan presisi di bawah 0,15 nanodetik hingga tahun 2050, bahkan saat proyeksi mencapai 1.000 tahun ke depan. Penelitian tim ini muncul dalam jurnal Astronomy and Astrophysics edisi Desember 2025.
“Pencatatan waktu lunar kini menjadi kebutuhan teknik yang nyata, bukan sekadar masalah teoretis,” kata Jonathan McDowell, astronom Harvard dan sejarawan antariksa, kepada South China Morning Post. Ia menekankan bahwa kesalahan satu mikrodetik saja dapat menyimpangkan posisi pesawat hingga kilometer dalam hitungan menit.
Sementara itu, persaingan antariksa global mempercepat urgensi LTE440. NASA menargetkan peluncuran Artemis II pada 6 Februari 2026 untuk mengelilingi Bulan dengan awak pertama sejak Apollo 17 tahun 1972. China sendiri merencanakan pendaratan astronot pada 2030 dan stasiun penelitian dasar di kutub selatan Bulan pada 2035.
Pada Agustus 2024, International Astronomical Union (IAU) menyetujui resolusi untuk sistem Waktu Koordinat Lunar terstandarisasi. LTE440 menjadi implementasi praktis pertama dari rekomendasi IAU. Langkah ini memastikan koordinasi waktu antarnegara.
Selain itu, China menyediakan LTE440 secara gratis untuk komunitas ilmiah dunia. Strategi akses terbuka ini mendorong adopsi luas. Para peneliti memuji perangkat lunak ini sebagai fondasi esensial untuk navigasi real-time di masa depan.
Meskipun begitu, pengembangan lanjutan tetap diperlukan untuk jaringan jam permukiman Bulan. LTE440 saat ini fokus pada efemeris waktu, bukan sinkronisasi langsung. Namun, keakuratan tinggi ini membuka jalan bagi misi berkelanjutan.
Kemudian, para ahli memprediksi adopsi LTE440 akan menormalkan waktu lunar global. “Jika LTE440 diadopsi secara luas, ini akan menjamin bahwa ketika para pemukim Bulan pertama berkumpul untuk makan, jam mereka—dan sistem navigasi—semuanya menunjukkan waktu yang sama,” tulis Interesting Engineering.
Perkembangan ini menandai kemajuan signifikan dalam eksplorasi luar angkasa. LTE440 tidak hanya mengatasi tantangan teknis, tetapi juga memfasilitasi kolaborasi internasional. Misi mendatang kini memiliki alat andal untuk navigasi presisi tinggi.*/LIA