PALU, KAREBA – Pengalaman mengabdi sebagai Ketua Rukun Tetangga (RT) selama 18 tahun membentuk kepekaan sosial yang kuat dalam diri Nurhalis Nur. Kini duduk sebagai Anggota DPRD Kota Palu dari Fraksi PKS, ia kembali turun ke basis massanya untuk menjaring aspirasi dalam kegiatan Reses Caturwulan I Masa Persidangan Tahun 2026, yang digelar di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kamis (5/2).
Dalam pertemuan yang dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, hingga perwakilan warga Donggala Kodi dan Kamonji tersebut, Nurhalis menegaskan komitmennya mengurai masalah klasik di wilayah tersebut, yakni banjir. Pria yang pernah menjabat Ketua RT selama empat periode ini memahami betul topografi dan keluhan warga setempat. Ia membawa kabar baik bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Palu tetap memprioritaskan pembangunan fisik meski kondisi fiskal sedang mengalami penyesuaian.
Lurah Balaroa, Cristian Kaleb, menyambut positif kehadiran legislator yang tumbuh dari akar rumput tersebut. Cristian mengonfirmasi bahwa perbaikan drainase, yang menjadi penantian panjang warga, akan terealisasi tahun ini. Ia juga menyebutkan adanya koordinasi intensif dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) terkait normalisasi alur alam di sekitar jembatan untuk mencegah luapan air.
“Reses ini menyentuh sisi personal karena Pak Nurhalis sangat paham wilayah ini. Drainase tahun ini sudah akan dikerjakan karena di wilayah ini sering sekali terjadi banjir,” ujar Cristian di hadapan warga.
Nurhalis memaparkan kondisi keuangan daerah secara transparan. Ia menjelaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengalami koreksi dari Rp1,8 triliun menjadi Rp1,7 triliun akibat efisiensi nasional. Ia mengistilahkan kondisi ekonomi saat ini sedang “batuk-batuk”, sehingga memerlukan strategi penggunaan anggaran yang tepat sasaran.
Meski demikian, perjuangan Nurhalis untuk konstituennya tidak surut. Pemkot Palu tetap merealisasikan bantuan fisik senilai Rp500 juta khusus untuk pembenahan drainase di Balaroa. Selain infrastruktur, Nurhalis juga melaporkan capaian kinerja di sektor pemberdayaan ekonomi dan sosial yang telah berjalan hingga akhir 2025.
Realisasi tersebut meliputi penyaluran Bantuan Modal Usaha (BMU) senilai Rp2.000.000 per orang kepada 17 pelaku UMKM. Selain itu, ia juga memfasilitasi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dengan menyediakan paket peralatan hajatan seperti prasmanan dan kompor yang dapat digunakan warga secara gratis, serta pengadaan tenda dan ratusan kursi untuk kegiatan kemasyarakat di Jalan Cempedak dan sekitarnya.
Dorong Ketaatan Pajak
Menutup sesi jaring aspirasi, Nurhalis mengajak warga untuk meningkatkan kesadaran membayar pajak guna menjaga stabilitas pembangunan. Ia mengapresiasi tingkat kepatuhan retribusi sampah di Balaroa yang tergolong baik. Legislator Dapil IV ini juga mensosialisasikan program pemerintah provinsi terkait apresiasi bagi warga yang taat pajak kendaraan.
Ke depan, Nurhalis berkomitmen mengawal usulan anggaran perubahan senilai Rp750 juta yang saat ini masih tertunda, serta memastikan pemerataan bantuan sosial bagi warga kurang mampu demi terciptanya keadilan sosial di Kota Palu.LIA