JAKARTA, KAREBA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa musim kemarau telah mencakup 37,6 persen wilayah pada periode 26/06 hingga 02/07/2026. Meski cakupan kemarau meluas, dinamika atmosfer global memicu potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah daerah.

Sebanyak 263 Zona Musim di tanah air kini resmi memasuki fase kering akibat fenomena El Nino moderat. Suhu ekstrem bahkan dilaporkan mencapai 38,6 derajat Celcius di wilayah Papua Barat dan sekitar 35 derajat di Kalimantan.

Terlepas dari kondisi musim kemarau tersebut, fenomena Madden-Julian Oscillation dan Gelombang Kelvin tetap aktif di atmosfer. Hal ini menyebabkan pertumbuhan awan hujan signifikan di Sumatra, Kalimantan, hingga wilayah Papua.

Wilayah seperti Aceh dan Maluku diprediksi mengalami hujan sangat lebat dalam sepekan ke depan. Sementara itu, wilayah Jawa dan Nusa Tenggara justru perlu mengantisipasi risiko kekeringan panjang akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau ini.

“El Nino moderat sudah terbentuk, namun dinamika atmosfer tetap memicu hujan di sejumlah wilayah. Masyarakat jangan lengah terhadap potensi banjir dan longsor,” kata Lintang Alya N., Prakirawan BMKG.

“Meski musim kemarau meluas, hujan signifikan masih terjadi di wilayah utara dan ekuator. Waspada suhu ekstrem dan kekeringan panjang,” tulis pernyataan resmi BMKG.