WASHINGTON DC, KAREBA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras bahwa dirinya siap bertindak lebih jauh jika Iran menolak untuk menyerah dalam konflik yang tengah berlangsung. Pernyataan Trump Ancam Iran ini disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Kamis 26/03.

Leavitt menegaskan bahwa militer Amerika Serikat tidak akan ragu untuk meningkatkan skala serangan apabila Teheran tidak segera mengambil langkah mundur. Trump berjanji akan menyerang jauh lebih keras dibandingkan aksi militer sebelumnya guna memastikan stabilitas di kawasan tersebut terjaga.

“Presiden Donald Trump berjanji akan menyerang lebih keras dan melepaskan neraka jika Iran tidak menerima kekalahan,” kata Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih.

Eskalasi ini terjadi setelah berakhirnya ultimatum 48 jam untuk membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur vital bagi 20 persen pasokan minyak dunia. Sebelumnya kedua negara sempat menjalani jeda negosiasi selama lima hari pascaserangan destruktif terhadap sejumlah pembangkit listrik pada 23/03.

Meskipun sempat muncul kabar mengenai diskusi yang produktif, pihak Gedung Putih menegaskan bahwa posisi Amerika Serikat tetap keras. Trump Ancam Iran sebagai bentuk tekanan diplomatik terakhir agar negara tersebut menghentikan blokade laut yang mengganggu ekonomi global.

Kondisi di Timur Tengah kini berada dalam ketidakpastian tinggi seiring dengan ancaman serangan militer yang dieksplisitkan oleh Washington. Trump Ancam Iran akan menghadapi kekuatan penuh jika kesepakatan damai tidak segera tercapai dalam waktu dekat.