MAKASSAR, KAREBA – Pemerintah Maluku Utara resmi menyalurkan uang saku jamaah haji Malut sebesar Rp1,5 juta per orang di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Kamis (30/04).

Bantuan tunai yang bersumber dari APBD Provinsi ini diberikan langsung kepada 764 jamaah haji asal Maluku Utara. Nominal uang saku jamaah haji Malut tahun ini mengalami kenaikan sebesar Rp500 ribu dibandingkan tahun sebelumnya karena efisiensi anggaran daerah.

“Anggarannya dari APBD. Tahun lalu kita per jamaah Rp 1 juta dengan total jemaah haji kita tahun lalu sekitar 1070-an. Tahun ini kita naik Rp500.000 jadi Rp 1,5 juta. Total jemah haji 764 orang. Tahun depan doain semoga naik lagi,” kata Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Maluku Utara.

Penyaluran dana hibah ini dilakukan di aula Mina Embarkasi Makassar untuk kloter 13 dan kloter 15. Total anggaran yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Maluku Utara mencapai Rp1,146 miliar guna mendukung kelancaran ibadah para tamu Allah.

Gubernur Sherly menjemput langsung para jamaah untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap stabil sebelum terbang ke Tanah Suci. Kloter 13 dijadwalkan berangkat meninggalkan embarkasi pada Kamis sore hari setelah proses pelepasan rampung.

“Tadi saya jemput jamaah semua dalam keadaan baik dan sehat. Nanti sore kloter 13 akan berangkat ke Tanah Suci,” kata Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Maluku Utara.

Berdasarkan data resmi, sekitar 30 persen dari total rombongan merupakan jamaah lanjut usia atau lansia. Sebagian besar dari mereka telah menunggu antrean keberangkatan selama 11 tahun sejak masa pendaftaran pertama kali.

“30 persen lansia rata-rata ini yang mendaftar sekitar 11 tahun yang lalu, baru mendapatkan kesempatan tahun ini,” kata Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Maluku Utara.*/LIA