ACEH UTARA, KAREBA – Peristiwa semburan gas di Aceh Utara yang dipicu aktivitas pengeboran sumur air di Gampong Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon, pada Jumat 22/05 mengakibatkan kebakaran hebat hingga setinggi 100 meter. Insiden ini terjadi saat bor mencapai kedalaman 90 meter lalu menembus kantong gas bawah tanah hingga memicu letupan api besar.
Kejadian bermula ketika warga sedang melakukan pengeboran untuk pengadaan air bersih dan irigasi persawahan. Secara mendadak, lubang bor mengeluarkan pasir berlumpur yang diikuti dengan semburan gas dalam tekanan tinggi. Semburan gas di Aceh Utara tersebut kemudian berubah menjadi kobaran api yang menghanguskan bangunan di sekitarnya.
“Pengeboran telah mencapai kedalaman sekitar 90 meter dan pada saat itu sumur mulai mengeluarkan pasir berlumpur disertai gas yang memicu munculnya api,” kata AKP Bambang Sutrisno, Kasi Humas Polres Aceh Utara. Ia juga menambahkan bahwa semburan api tersebut sempat mencapai ketinggian sekitar 75 meter hingga 100 meter di udara.
Berdasarkan data resmi dari BPBA, terdapat sedikitnya tiga unit rumah warga yang dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat kebakaran tersebut. Sebanyak 12 kepala keluarga atau 52 jiwa terpaksa harus mengungsi ke tempat tinggal kerabat demi keamanan karena lokasi semburan gas di Aceh Utara masih dianggap berbahaya.
“Berdasarkan keterangan kepala desa setempat, pengeboran itu dilakukan untuk pembuatan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air ke sawah masyarakat yang selama ini kering ketika musim kemarau,” kata AKP Bambang Sutrisno. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan perusahaan energi untuk memastikan penanganan api dilakukan secara tepat dan aman bagi warga desa.
Meskipun dampak kerusakan material cukup signifikan, tidak ada laporan korban jiwa dalam tragedi semburan gas di Aceh Utara ini. Saat ini api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim gabungan dan area di sekitar titik bor telah dipasangi garis pengaman guna menghindari aktivitas warga di zona berisiko.*/LIA