MAKASSAR, KAREBA – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menyerahkan secara simbolis uang saku jemaah haji Malut sebesar Rp1,5 juta per orang di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Dana yang bersumber dari APBD tersebut dibagikan kepada 764 calon jemaah haji yang tergabung dalam kloter 13 dan 15 pada Kamis, 30/04/2026.

Peningkatan uang saku jemaah haji Malut tahun ini mencapai Rp500 ribu per orang jika dibandingkan dengan alokasi tahun sebelumnya. Pemerintah Provinsi Maluku Utara menganggarkan total Rp1,146 miliar demi memberikan bekal tambahan bagi para jemaah selama menjalankan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

Gubernur Sherly menjemput langsung para jemaah di aula Mina untuk memastikan kesiapan fisik mereka sebelum diberangkatkan menuju Arab Saudi. Pihak pemerintah daerah juga berkoordinasi intensif dengan Kementerian Agama selaku penyelenggara embarkasi untuk menjamin kenyamanan seluruh rombongan asal Maluku Utara.

“Anggarannya dari APBD. Tahun lalu kita per jamaah Rp1 juta dengan total jemaah haji kita tahun lalu sekitar 1070-an. Tahun ini kita naik Rp500.000 jadi Rp1,5 juta. Total jemah haji 764 orang. Tahun depan doain semoga naik lagi,” kata Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Maluku Utara.

Selain memberikan uang saku jemaah haji Malut, gubernur juga menitipkan pesan agar para petugas memberikan pelayanan ekstra bagi jemaah kategori lansia. Dari total kuota yang ada, sekitar 30 persen merupakan warga lanjut usia yang telah menunggu keberangkatan selama 11 tahun lamanya.

“Tadi saya jemput jamaah semua dalam keadaan baik dan sehat. Nanti sore kloter 13 akan berangkat ke Tanah Suci,” kata Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Maluku Utara.

Pelepasan kloter 13 berlangsung khidmat dengan doa bersama untuk keselamatan para tamu Allah. Gubernur berharap tambahan dana bekal tersebut dapat bermanfaat bagi para jemaah di tengah fluktuasi biaya hidup selama berada di wilayah Makkah dan Madinah.

“30 persen lansia rata-rata ini yang mendaftar sekitar 11 tahun yang lalu, baru mendapatkan kesempatan tahun ini,” kata Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Maluku Utara.