JAKARTA, KAREBA. Jagat media sosial dihebohkan oleh seri mikro-drama Fruit Love Island AI yang menampilkan karakter buah-buahan antropomorfik dalam format reality show kencan. Meskipun sempat meraih ratusan juta penonton dalam waktu singkat, konten yang dianggap sebagai AI slop ini akhirnya dihapus secara massal oleh platform TikTok dan YouTube pada akhir Maret 2026.

Drama ini bermula dari akun @ai.cinema021 yang merilis potongan video drama percintaan antara karakter buah seperti Strawberina dan Bananito. Dalam kurun waktu sepuluh hari saja, akun pengusung Fruit Love Island AI tersebut berhasil mengumpulkan 3,3 juta pengikut dan mencatat total lebih dari 300 juta tayangan di berbagai platform digital global.

Namun, popularitas masif Fruit Love Island AI terhenti ketika TikTok mulai memberlakukan pembersihan terhadap konten berkualitas rendah hasil kecerdasan buatan. Pihak platform menyebut bahwa konten tersebut melanggar kebijakan transparansi dan berpotensi melanggar hak cipta program televisi asli milik ITV karena kemiripan format acaranya.

“Pertunjukan seperti Love Island bergantung pada arketipe sederhana yang sangat mudah untuk AI replikasi dan remix dalam skala besar,” kata Michael Grabowski, Profesor Komunikasi di Manhattan University.

Selain masalah kualitas, seri Fruit Love Island AI ini juga memicu perdebatan mengenai etika produksi konten digital dan dampaknya terhadap kreator manusia. Para kritikus menyoroti pola narasi yang cenderung misoginis dalam beberapa episode yang melibatkan karakter buah perempuan sebagai korban drama yang tidak perlu.

“Saya bisa 1.000 persen membayangkan Hollywood mengadaptasi film buah AI yang disederhanakan untuk audiens PG,” kata Jessica Maddox, Associate Professor of Media Studies di University of Georgia.

Hingga pantauan terakhir pada 28/03, meskipun akun utama telah ditutup, berbagai akun kloning yang menyebarkan cuplikan Fruit Love Island AI masih ditemukan beredar luas. Fenomena ini menunjukkan tantangan besar bagi platform media sosial dalam membendung gelombang konten otomatisasi yang diproduksi secara masif dan instan.