[JAKARTA], KAREBA. Fenomena konten kecerdasan buatan berjudul Fruit Love Island viral di media sosial dengan capaian lebih dari 300 juta penayangan dalam waktu kurang dari dua minggu. Drama mikro yang menampilkan karakter buah antropomorfik ini memikat jutaan pengguna TikTok dan Instagram sebelum akhirnya terkena pembersihan massal oleh platform karena kebijakan konten berkualitas rendah.

Seri ini dikelola oleh akun @ai.cinema021 yang berhasil mengumpulkan 3,3 juta pengikut hanya dalam waktu sepuluh hari. Rekor pertumbuhan ini menjadi salah satu yang tercepat dalam sejarah media sosial, didorong oleh algoritma yang menyukai konten interaktif berbasis voting penonton yang memicu interaksi tinggi secara masif.

Alur cerita drama ini melibatkan intrik perselingkuhan dan persaingan di sebuah vila mewah layaknya reality show populer. Karakter seperti Strawberina dan Bananito menjadi ikon baru di internet meskipun video tersebut sering kali disebut sebagai produk AI slop atau konten hasil otomatisasi berkualitas rendah yang memenuhi ruang digital.

“Pertunjukan seperti Love Island bergantung pada arketipe sederhana yang sangat mudah untuk AI replikasi dan remix dalam skala besar,” kata Michael Grabowski, profesor komunikasi di Manhattan University.

Namun kesuksesan Fruit Love Island viral tersebut berakhir mendadak ketika TikTok menghapus akun utama pada 26/03. Platform tersebut memperketat regulasi terhadap konten buatan AI yang dianggap tidak transparan atau berpotensi melanggar hak cipta milik perusahaan produksi televisi seperti ITV.

“Saya bisa 1.000 persen membayangkan Hollywood mengadaptasi film buah AI yang disederhanakan untuk audiens PG,” kata Jessica Maddox, associate professor of media studies di University of Georgia.

Hingga saat ini, ratusan akun kloning masih berusaha mengunggah ulang potongan video drama tersebut di berbagai platform video pendek. Meskipun akun aslinya telah hilang, tren Fruit Love Island viral memicu perdebatan panjang mengenai masa depan kreator manusia di tengah gempuran otomatisasi konten hiburan global.