PYONGYANG, KAREBA – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un undang Lukashenko ke Pyongyang untuk menandatangani Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama secara resmi pada Rabu 25/03. Kunjungan kenegaraan Alexander Lukashenko ini menandai babak baru hubungan bilateral kedua negara yang semakin erat di tengah tekanan sanksi internasional dari pihak Barat.

Pertemuan tingkat tinggi ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi intensif kedua pemimpin sejak pertemuan di Beijing pada September 2025. Kim Jong Un secara khusus mengirimkan surat undangan kepada Presiden Belarus untuk memperluas kemitraan strategis mereka dalam berbagai sektor penting. Hal ini dilakukan demi menyesuaikan hubungan diplomatik dengan tuntutan dinamika global terbaru.

Selain perjanjian persahabatan, kedua negara juga menyepakati sekitar 10 kesepakatan tingkat kementerian yang mencakup kerja sama ekonomi dan teknologi. Langkah diplomasi Kim Jong Un undang Lukashenko ini dinilai oleh banyak analis sebagai upaya memperkuat blok sekutu yang mendukung posisi Rusia di Ukraina. Delegasi kedua negara membahas isu strategis yang menjadi kepentingan bersama selama kunjungan tersebut.

Delegasi Belarus yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Maxim Ryzhenkov menyatakan bahwa ada banyak bidang yang menarik untuk dikembangkan bersama. Pihak Belarus memandang Korea Utara sebagai mitra strategis jangka panjang yang memiliki visi serupa dalam menghadapi tantangan geopolitik dunia saat ini.

“Waktunya telah tiba untuk meningkatkan hubungan kami. Situasi saat ini mendorong kami saling mendekat,” kata Alexander Lukashenko, Presiden Belarus.

“Kami siap memperluas dan memperdalam persahabatan serta kerja sama jangka panjang ke tingkat baru yang sesuai tuntutan era baru,” kata Kim Jong Un, Pemimpin Korea Utara.

Kunjungan selama dua hari tersebut disambut hangat oleh otoritas Pyongyang di bandara internasional setempat oleh Wakil Perdana Menteri Kim Tok Hun. Kim Jong Un undang Lukashenko sebagai bentuk apresiasi atas dukungan konsisten Belarus terhadap kedaulatan Korea Utara di forum internasional selama ini. Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen kuat untuk saling mendukung dalam menghadapi isolasi global.