WASHINGTON DC, KAREBA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras dengan mengeklaim bahwa negaranya sedang menghancurkan Iran secara total di tengah ketegangan yang memuncak. Trump sebut Iran kalah dan tidak memiliki peluang untuk bangkit kembali sebagai kekuatan militer, namun tetap membuka pintu untuk negosiasi terakhir.

Pernyataan ini muncul pada Kamis 26/03, menyusul eskalasi di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital energi dunia. Trump menegaskan bahwa militer Amerika Serikat telah melumpuhkan kekuatan Iran hingga titik terendah demi menjaga stabilitas kawasan sesuai arahan Gedung Putih yang dipimpinnya.

“Kami sedang menghancurkan total Iran. Mereka sudah kalah, mereka tidak akan bangkit kembali. Sekarang mereka punya kesempatan untuk membuat kesepakatan, tapi itu terserah mereka,” kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Ketegangan ini bermula ketika ultimatum 48 jam terkait pembukaan Selat Hormuz tidak diindahkan sepenuhnya oleh Teheran. Meskipun Trump sebut Iran kalah, ia tetap memberikan jeda singkat bagi pemerintah setempat untuk mempertimbangkan opsi perdamaian sebelum kehancuran infrastruktur berlanjut.

Hingga saat ini, tim keamanan nasional Amerika Serikat terus memantau pergerakan militer di Timur Tengah secara intensif. Trump sebut Iran kalah sebagai peringatan keras agar Teheran segera mengambil sikap serius guna menghindari kehancuran yang lebih besar di masa depan.