TEXAS, KAREBA – Pertandingan Portugal vs Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi pusat perhatian dunia karena dianggap sebagai final kepagian. Pertemuan dua raksasa Eropa di AT&T Stadium ini memaksa salah satu kandidat terkuat juara untuk angkat koper lebih awal dari turnamen paling bergengsi tersebut.
Duel bertajuk Derby Iberia ini membawa beban sejarah yang cukup besar bagi kedua tim nasional dalam sejarah sepak bola. Berdasarkan catatan resmi FIFA, Spanyol tercatat telah memenangkan 17 kali pertemuan, sementara Portugal baru mengantongi 6 kemenangan sejak persaingan dimulai pada tahun 1921.
Sorotan utama tertuju pada Cristiano Ronaldo yang kini berusia 41 tahun setelah sukses mencetak gol pertamanya di fase gugur melalui titik penalti. Di sisi lain, Spanyol datang dengan pertahanan baja yang belum kebobolan dalam 14 pertandingan terakhir sebelum laga Portugal vs Spanyol ini bergulir.
“Saya bisa bilang ini final kepagian, karena kedua tim sama-sama layak berada di final,” kata Nelson Semedo, Pemain Timnas Portugal.
Motivasi tinggi juga diusung oleh skuat La Roja yang ingin membalas kekalahan mereka di final UEFA Nations League 2025 melalui babak adu penalti. Pertemuan kali ini juga menjadi simbol transisi generasi sepak bola antara veteran seperti Ronaldo melawan bintang muda Lamine Yamal yang masih berusia 19 tahun.
“Kami percaya diri menghadapi siapa pun. Kekalahan di final Nations League memberi motivasi tambahan,” kata Mikel Oyarzabal, Penyerang Timnas Spanyol.
Portugal sendiri melaju ke babak ini dengan penuh drama setelah gol lawan dianulir oleh teknologi Snicko akibat handball pada menit akhir. Pengamat menilai bahwa meski Spanyol unggul secara konsistensi permainan, Portugal tetap memiliki mentalitas kuat jika pertandingan Portugal vs Spanyol harus ditentukan melalui babak adu penalti.
“Spanyol unggul konsistensi, tapi jika laga berlanjut ke adu penalti, Portugal lebih berpeluang,” kata Lucas Aditya, Pengamat Sepak Bola.
Dengan tensi yang sangat tinggi, pemenang laga Portugal vs Spanyol diprediksi akan memiliki jalur yang lebih lapang menuju babak semifinal. Kedua tim dipastikan akan menurunkan skuat terbaiknya demi mengamankan satu tiket ke perempat final dan menjaga gengsi sebagai penguasa daratan Eropa.