JAKARTA, KAREBA – Badan Pengelola Investasi Danantara resmi melakukan Danantara merger BUMN Logistik terhadap tujuh perusahaan plat merah guna menekan biaya distribusi nasional pada 30/06. Langkah strategis ini diambil untuk mengintegrasikan ekosistem logistik dari hulu ke hilir serta meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.
Konsolidasi besar ini melibatkan entitas strategis seperti Pelindo Sinergi, Lokaseva Multiterminal Indonesia, hingga PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Selain itu, unit logistik dari Pos Indonesia, Pelni, dan Krakatau Integrated Logistics juga disatukan untuk mengeliminasi tumpang tindih layanan yang selama ini menghambat efisiensi operasional.
“Penggabungan ini bertujuan memangkas fragmentasi entitas, mengoptimalkan skala usaha, serta mengeliminasi tumpang tindih layanan yang selama ini menghambat efisiensi logistik pelat merah,” kata Aurelius Altius Rosimin, Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Asset Management (DAM).
Dalam skema ini, PT Multi Terminal Indonesia akan bertindak sebagai entitas bertahan yang mewadahi seluruh operasional selama masa transisi Danantara merger BUMN Logistik. Penyatuan ini diproyeksikan mampu mengurangi biaya overhead secara signifikan karena fungsi manajerial kini terpusat pada satu pintu utama demi efisiensi anggaran negara.
“Efisiensi pasti terjadi, antara lain biaya overhead. Hal-hal yang sebelumnya biasanya dilakukan di setiap perusahaan, sekarang hanya dilakukan oleh satu perusahaan,” kata Daud Joseph, Direktur Utama Pos Indonesia.
Sektor pengiriman barang akan didukung penuh oleh PT Pos Indonesia (Persero) yang memiliki jaringan luas mencakup 5.597 titik layanan di seluruh Indonesia. Dukungan infrastruktur ini menjadi tulang punggung utama dalam memastikan keberhasilan Danantara merger BUMN Logistik dalam menjangkau pelosok negeri.
Pemerintah memastikan bahwa proses integrasi dilakukan secara bertahap dengan menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan manajemen risiko. Fokus utama selama masa transformasi adalah menjaga stabilitas layanan agar jutaan pelanggan tetap dapat melakukan aktivitas pengiriman tanpa hambatan teknis.