YAHUKIMO, KAREBA – Insiden pesawat AMA dibakar di Yahukimo oleh kelompok bersenjata mengakibatkan seorang pilot asal Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, tewas pada Kamis 02/07. Pesawat perintis tersebut diserang sesaat setelah mendarat di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Papua Pegunungan.
Pesawat jenis Pilatus Porter dengan nomor registrasi PK-RCY tersebut awalnya berangkat dari Bandara Wamena pukul 06.27 WIT. Armada ini mendarat di Balinggama sekitar pukul 06.47 WIT sebelum akhirnya diserang secara mendadak oleh kelompok tersebut.
Tujuh orang penumpang yang seluruhnya merupakan warga asli Papua dilaporkan berhasil menyelamatkan diri dari insiden pesawat AMA dibakar di Yahukimo ini. Aparat keamanan segera melakukan koordinasi untuk mengevakuasi para korban selamat dari lokasi kejadian.
“Berdasarkan laporan sementara yang diterima dari masyarakat setempat, pilot pesawat, Nicholas F. Goselin warga negara Amerika Serikat, dilaporkan meninggal dunia. Namun demikian, penyebab pasti kematiannya masih dalam proses penyelidikan oleh aparat berwenang,” kata Kolonel Inf Tri Purwanto, Kapendam XVII/Cenderawasih.
Hingga saat ini, personel TNI-Polri dan Satgas Damai Cartenz masih berupaya menjangkau lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Tantangan utama petugas adalah akses menuju wilayah Balinggama yang hanya bisa ditempuh melalui jalur udara.
“Kami menerima laporan bahwa pesawat AMA dengan registrasi PK-RCY diduga dibakar oleh KKB. Namun kondisi pesawat dan nasib pilot tidak bisa segera dipastikan karena lokasi hanya bisa dijangkau lewat udara,” kata Zet Salino, Kapolres Yahukimo.
Peristiwa ini menambah daftar panjang gangguan keamanan terhadap transportasi udara di wilayah pegunungan Papua. PT Associated Mission Aviation merupakan salah satu operator penerbangan perintis yang melayani kebutuhan logistik dan mobilitas warga di pedalaman.
Kasus pesawat AMA dibakar di Yahukimo ini mengingatkan pada penyanderaan pilot Susi Air pada tahun 2023 silam di Nduga. Pemerintah kini tengah mengevaluasi prosedur keamanan penerbangan di wilayah rawan guna mencegah terulangnya aksi kekerasan serupa.