, KAREBA – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menandatangani berita acara serah terima bantuan kemanusiaan bagi korban bumi Sulawesi Tengah dari PT Donggi Senoro LNG di Palu pada 02/07/26. Bantuan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mempercepat penanganan pascabencana di wilayah tersebut.

Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Kantor Gubernur sebagai bagian dari dukungan logistik bagi warga terdampak di sejumlah kabupaten. Fokus utama penyaluran ditujukan bagi masyarakat yang berada di masa transisi setelah masa tanggap darurat akibat musibah gempa bumi Sulawesi Tengah berakhir.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan masyarakat, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT Donggi Senoro LNG atas kepedulian yang diberikan kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi,” kata Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah.

Bantuan tersebut mencakup 200 liter air bersih, 400 kasur lipat, serta 400 selimut untuk kebutuhan pengungsi. Logistik ini segera didistribusikan oleh BPBD Provinsi Sulawesi Tengah ke wilayah terdampak seperti Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, , dan Kota Palu.

“Insyaallah seluruh bantuan ini akan segera kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang sedang berupaya bangkit dari dampak bencana,” tambah Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah.

Pihak perusahaan menyatakan bahwa aksi kemanusiaan ini adalah wujud komitmen sosial terhadap masyarakat di sekitar area operasional. Perusahaan berharap dukungan ini mempercepat proses pemulihan ekonomi dan sosial pasca terjadinya gempa bumi Sulawesi Tengah di berbagai titik pengungsian.

“Bantuan tanggap darurat yang kami serahkan hari ini merupakan bentuk kepedulian PT Donggi Senoro LNG kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi sekaligus dukungan terhadap upaya pemerintah dalam penanganan bencana,” kata Manager External Relations PT Donggi Senoro LNG.

Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda serta kepala daerah dari wilayah yang terdampak guncangan tektonik. Kehadiran para pejabat ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun Sulawesi Tengah yang lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa depan.