TEHERAN, KAREBA Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mulai meredam ekspektasi publik terkait perubahan rezim di Iran meski serangan udara gabungan telah memasuki minggu ketiga. Kampanye militer yang dimulai sejak 28 Februari 2026 ini berhasil menargetkan ratusan instalasi strategis dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Trump mengakui bahwa kekuatan milisi Basij yang berafiliasi dengan Korps Pengawal Revolusi Islam menjadi penghalang utama bagi rakyat sipil untuk melakukan pemberontakan. Hal ini menandai perubahan narasi dari optimisme awal saat serangan udara pertama kali diluncurkan ke wilayah Teheran dan sekitarnya.

“Mereka benar-benar punya orang-orang di jalan dengan senapan mesin, menembaki orang-orang jika mereka ingin protes. Itu rintangan yang sangat besar untuk diraih orang-orang yang tidak punya senjata,” kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menunjukkan nada skeptis dalam konferensi pers pada Kamis (12/03). Dia menyatakan fokus operasi kini bergeser pada pelemahan kemampuan militer Iran secara bertahap daripada penggulingan pemerintahan dalam waktu singkat.

“Saya tidak bisa katakan dengan pasti bahwa rakyat Iran akan menjatuhkan rezim. Jika rezim tidak jatuh, ia akan lebih lemah,” kata Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Para ahli militer memperingatkan bahwa kekuatan udara saja jarang berhasil menggulingkan kekuasaan otoriter yang memiliki basis keamanan kuat. Sejarah menunjukkan bahwa upaya penggulingan kekuasaan memerlukan lebih dari sekadar pemboman strategis dari udara.

“Selama lebih dari satu abad, negara-negara mencoba menjatuhkan rezim hanya dengan kekuatan udara dan itu tidak pernah berhasil,” kata Robert Pape, Profesor Universitas Chicago.

Saat ini kepemimpinan Teheran telah beralih ke tangan putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, yang telah memerintahkan penutupan Selat Hormuz. Upaya perubahan rezim di Iran menghadapi jalan buntu karena kontrol ketat militer terhadap aksi protes rakyat di berbagai kota besar.