PALU, KAREBA – Program BERANI Sulawesi Tengah, inisiasi prioritas Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Renny Lamadjido, menunjukkan hasil signifikan di sektor pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur setelah berjalan sejak Januari 2025. Capaian ini dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Bappeda Sulawesi Tengah, Senin, 06 Juli 2026, dihadiri pejabat daerah dan insan pers.
Wakil Gubernur dr. Renny Lamadjido dalam sambutannya menjelaskan bahwa Program BERANI dirancang bukan sekadar slogan pemerintahan, tetapi sebagai kebijakan konkret yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sengaja mengundang media agar publik mengetahui sejauh mana program-program ini telah berjalan.
“Teman-teman wartawan adalah ujung tombak kami. Kalau memang ada yang masih kurang, silakan disampaikan. Kami terbuka terhadap kritik dan masukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” kata dr. Renny Lamadjido.
Dari seluruh komponen Program BERANI, BERANI Cerdas menjadi program dengan dukungan anggaran terbesar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menempatkan sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang demi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pengentasan kemiskinan di Sulawesi Tengah.
Program BERANI Cerdas yang diluncurkan pada 13 April 2025 ini awalnya berfokus pada bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa Strata 1. Pada tahun pertama, alokasi Rp84,93 miliar berhasil membantu 23.568 mahasiswa. Memasuki tahun 2026, cakupan program pendidikan ini diperluas hingga beasiswa Strata 2, Strata 3, pendidikan dokter spesialis, dan guru.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, menjelaskan bahwa BERANI Cerdas kini telah berkembang menjadi program pendidikan komprehensif yang menyentuh hampir seluruh kebutuhan peserta didik. Pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp351 miliar yang terbagi dalam tujuh program utama dalam upaya Program BERANI.
Program pertama adalah Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) bagi SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta. Dari 463 sekolah di Sulawesi Tengah, hanya 15 sekolah swasta yang tidak menerima BOSDA karena masih menerapkan biaya pendidikan, namun diatasi dengan Subsidi Biaya Pendidikan (SBP) bagi siswa dari keluarga desil 1 hingga desil 5.
“Kalau ada keluarga yang tidak diterima di SMA negeri kemudian memilih sekolah swasta yang berbayar, selama masuk desil 1 sampai desil 5, pemerintah akan membiayai,” ujar Firmanza.
Selain itu, BERANI Cerdas juga membiayai uji kompetensi dan praktik kerja industri (Prakerin) siswa SMK dengan anggaran Rp21,56 miliar. Pemerintah turut meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui beasiswa Strata 2 bagi 99 guru bekerja sama dengan Universitas Terbuka, didukung anggaran Rp2,48 miliar.
Dalam bidang digitalisasi pendidikan, sekolah-sekolah di daerah terpencil mulai mendapatkan akses internet melalui layanan Starlink, dengan dukungan anggaran Rp430 juta. Bagi siswa dari keluarga kurang mampu, Program BERANI juga menyiapkan bantuan seragam sekolah senilai Rp1,75 miliar.
Porsi terbesar anggaran BERANI Cerdas tetap berada pada program beasiswa mahasiswa. Jika pada 2025 penerima manfaat mencapai 23.568 mahasiswa, maka pada 2026 jumlah pendaftar meningkat menjadi 27.344 orang. Total penerima manfaat diperkirakan mendekati 50 ribu mahasiswa. Kuota beasiswa tahun ini juga diperluas untuk 100 mahasiswa Strata 2, 20 mahasiswa Strata 3, serta 10 peserta pendidikan dokter spesialis dan guru. Anggaran khusus beasiswa mahasiswa mencapai Rp264 miliar.
Pemerintah juga memperkuat sarana belajar melalui revitalisasi sekolah, dengan koordinasi pusat menghasilkan anggaran hampir Rp50 miliar untuk memperbaiki 17 SMA, 14 SMK, dan 9 SLB. Minat masyarakat terhadap pendidikan terus meningkat, terlihat dari 22 ribu pendaftar Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, naik dari 18 ribu tahun sebelumnya.
“Anggaran Rp351 miliar ini merupakan upaya Bapak Gubernur untuk mengentaskan kebodohan sekaligus kemiskinan. Fondasi membangun peradaban Sulawesi Tengah adalah pendidikan,” kata Firmanza.
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi fokus pemerintah melalui Program BERANI Sehat yang diluncurkan bersamaan dengan BERANI Cerdas pada 13 April 2025. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Fatma A. Deu, menjelaskan program ini bertujuan memastikan seluruh masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit.
BERANI Sehat dijalankan melalui dua skema. Skema pertama adalah integrasi dengan BPJS Kesehatan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membantu pembiayaan masyarakat penerima bantuan iuran (PBI) sebesar Rp2.000 per jiwa, sisanya dibayar pemerintah pusat. Pemerintah juga mendaftarkan masyarakat pada segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).
Hingga Juni 2026, realisasi anggaran BERANI Sehat mencapai Rp52,4 miliar. Kabupaten Sigi memiliki peserta terbanyak, sementara Parigi Moutong membutuhkan anggaran terbesar. Skema Non-JKN juga tersedia untuk layanan yang belum ditanggung BPJS, seperti korban kekerasan, penganiayaan, pengeroyokan, atau kejadian luar biasa. Skema ini melayani 420 pasien pada 2025 dan 190 pasien hingga Juni 2026. Aplikasi Sehati digunakan untuk verifikasi kepesertaan dan membantu penerbitan Nomor Induk Kependudukan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur melalui Program BERANI Lancar. Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, Faidul Keteng, mengatakan, pada 2026 pemerintah menangani 57 ruas jalan dan 10 jembatan dengan total anggaran Rp208,98 miliar. Program BERANI Lancar juga melibatkan 12 paket kontrak tahun jamak (multiyears contract) senilai Rp604,82 miliar.
Penanganan dilakukan pada 46 ruas jalan non-multiyears sepanjang 43,73 kilometer. Pemerintah juga mendukung pembangunan 26 ruas jalan desa sepanjang 19,76 kilometer sebagai bagian dari target Program BERANI Lancar 1.000 kilometer jalan desa. Pembangunan 10 unit jembatan sepanjang 52 meter didukung anggaran Rp24 miliar. Faidul Keteng menekankan bahwa pembangunan ini memperlancar mobilitas, distribusi hasil pertanian, dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah Sulawesi Tengah.
Pemaparan capaian Program BERANI menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi pembangunan jangka panjang. BERANI Cerdas menjadi program dengan investasi terbesar, BERANI Sehat memperluas perlindungan layanan kesehatan, sementara BERANI Lancar memperkuat konektivitas untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Sulawesi Tengah.