JAKARTA, KAREBA. Umat Muslim perlu memahami cara Puasa Syawal 2026 yang benar setelah perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah guna meraih pahala setahun penuh. Pemerintah melalui Kementerian Agama memprediksi 1 Syawal jatuh pada 21/03/2026, yang menandai dimulainya kesempatan menjalankan ibadah sunnah enam hari ini.

Salah satu poin penting dalam cara Puasa Syawal adalah menentukan prioritas bagi mereka yang masih memiliki utang puasa Ramadhan akibat haid, sakit, atau halangan lainnya. Ulama mayoritas berpendapat bahwa mendahulukan kewajiban qadha jauh lebih utama sebelum melaksanakan ibadah sunnah di bulan Syawal.

“Sangat penting kita harus mendahulukan hal yang wajib,” kata Adib, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta.

Beliau juga menjelaskan bahwa masyarakat bisa mendapatkan pahala ganda jika melakukan cara Puasa Syawal bertepatan dengan pembayaran utang Ramadhan. Namun, niat utama yang harus diucapkan tetaplah untuk mengganti puasa wajib yang terlewat agar kewajiban kepada Allah SWT gugur terlebih dahulu.

Secara teknis, cara Puasa Syawal dapat dilakukan selama enam hari, baik secara berturut-turut maupun terpisah sepanjang bulan tersebut. Ibadah ini dilarang keras dilakukan tepat pada 20/03/2026 atau 21/03/2026 jika ditetapkan sebagai 1 Syawal, karena merupakan hari raya yang diharamkan untuk berpuasa.

Keutamaan ibadah ini sangat besar sebagaimana disebutkan dalam Hadis Riwayat Muslim yang menyatakan pahalanya setara dengan berpuasa setahun penuh. Hal ini dihitung dari akumulasi pahala puasa Ramadhan yang bernilai sepuluh bulan ditambah dengan enam hari Syawal yang setara dua bulan.