JAKARTA, KAREBA. Pemerintah Republik Indonesia mulai menyusun skema evakuasi WNI dari Iran menyusul eskalasi serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke fasilitas nuklir Teheran.
Langkah evakuasi WNI dari Iran ini diambil setelah 15 warga negara Indonesia di Teheran secara resmi meminta bantuan kepulangan kepada pihak kedutaan akibat situasi keamanan yang memburuk.
Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa rencana penyelamatan akan dilakukan melalui jalur darat menuju Baku, Azerbaijan, dengan estimasi waktu tempuh perjalanan sekitar 10 jam.
“Kita harus mempertimbangkan logistik, kesehatan para evakuan, dan berbagai faktor lainnya. Jadi tidak mungkin melakukan evakuasi segera,” kata Sugiono, Menteri Luar Negeri Indonesia.
Pemerintah saat ini tengah menghadapi kendala penutupan ruang udara regional yang menyulitkan proses transportasi cepat bagi seluruh warga negara yang berada di zona konflik.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto telah menawarkan diri menjadi mediator untuk meredakan ketegangan antara Iran dengan blok Amerika Serikat dan Israel yang memanas sejak 28/02.
Tawaran resmi tersebut disampaikan melalui akun resmi Kementerian Luar Negeri RI yang menyatakan kesiapan Presiden untuk berkunjung langsung ke Teheran jika disetujui kedua pihak.
“Presiden menyatakan kesiapannya untuk menjadi mediator guna mendinginkan ketegangan di kawasan,” kata Sugiono, Menteri Luar Negeri Indonesia.
Serangan militer bersandi Epic Fury yang menghantam kota Isfahan hingga Qom tersebut telah memicu balasan rudal balistik Iran ke pangkalan militer AS di wilayah Teluk.
Presiden Prabowo juga telah menggelar rapat tinggi di Istana Merdeka pada 04/03 bersama tokoh nasional untuk meninjau posisi geopolitik Indonesia di tengah ancaman perang regional.
“Apa pun yang terjadi, kita harus siap menghadapi segala kemungkinan,” kata Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, sebagaimana disampaikan dalam briefing Menlu.
Meski Kedutaan Iran di Jakarta menyambut positif inisiatif mediasi ini, proses evakuasi WNI dari Iran tetap menjadi prioritas utama demi keselamatan warga yang terjebak di zona merah.