PARIS, KAREBA. Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) resmi mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada Rabu (25/03) menyusul keputusan kontroversial pencabutan Gelar Piala Afrika 2025 mereka. Keputusan tersebut diambil Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) setelah Senegal dianggap melakukan aksi mogok dalam laga final melawan Maroko. FSF bertekad mengembalikan kehormatan tim nasional yang sebelumnya memenangkan laga secara fisik di lapangan.

Polemik ini bermula pada laga final 18/01 di Rabat saat Senegal meninggalkan lapangan selama 14 menit sebagai bentuk protes terhadap penalti untuk Maroko. Meski kembali bermain dan menang 1-0, CAF pekan lalu justru mengubah hasil pertandingan menjadi kekalahan 3-0 karena menganggap Senegal melakukan forfait. Hal ini menyebabkan Gelar Piala Afrika 2025 yang sudah dirayakan Sadio Mane dan rekan-rekannya resmi dialihkan kepada tim tuan rumah.

Dalam pengajuannya kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga, FSF meminta pembatalan total atas keputusan badan banding CAF. Mereka juga mendesak pengakuan resmi bahwa Senegal adalah pemenang sah turnamen tersebut. Selain itu, pihak Senegal memohon penangguhan batas waktu pengajuan berkas banding hingga alasan lengkap keputusan CAF disampaikan secara tertulis.

“Banding FSF bertujuan untuk membatalkan keputusan CAF dan menyatakan FSF sebagai pemenang AFCON. Ia juga meminta penangguhan langsung batas waktu pengajuan brief banding hingga keputusan CAF disampaikan dengan alasan lengkap,” kata Pengadilan Arbitrase Olahraga.

“Sebuah Panel Arbitrase CAS akan ditunjuk untuk mempertimbangkan hal ini. Setelah itu, kalender prosedural akan dibuat,” kata Pengadilan Arbitrase Olahraga.

Kasus ini telah memicu kemarahan publik di Dakar sehingga Pemerintah Senegal sebelumnya sempat menuntut penyelidikan mendalam atas hilangnya Gelar Piala Afrika 2025 tersebut. Pengacara federasi dijadwalkan melakukan konferensi pers di Paris pada Kamis (26/03) untuk menjelaskan langkah hukum lanjutan. Hingga kini, CAF belum memberikan komentar tambahan terkait keberatan resmi yang diajukan ke Swiss tersebut.