MINAB, KAREBA – Pemerintah Amerika Serikat memulai investigasi internal guna meninjau keterlibatan AS serangan sekolah Iran yang menyebabkan jatuhnya korban massal di wilayah Minab. Serangan udara pada 28/02 tersebut menghantam Sekolah Dasar Putri Shajareh Tayyebeh saat jam pergantian kelas berlangsung.

“Yang bisa saya katakan adalah kami sedang menyelidikinya. Kami, tentu saja, tidak pernah menargetkan situs sipil, tapi kami sedang meninjau dan menyelidiki itu,” kata Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS.

Gubernur Minab, Mohammad Radmehr, menyatakan bahwa sekolah tersebut mendapatkan serangan langsung yang berakibat fatal bagi para siswi. Data awal dari otoritas setempat menunjukkan setidaknya 63 siswi tewas dan 92 lainnya luka akibat reruntuhan bangunan sekolah yang hancur total.

“Pagi ini, sekolah dasar putri Shajre Tayyiba di kota ini diserang langsung oleh rezim Zionis, yang mengakibatkan gugurnya sejumlah siswi,” kata Mohammad Radmehr, Gubernur Minab.

Hingga 05/03, serangan militer gabungan di 174 kota Iran telah merenggut 1.230 nyawa secara keseluruhan. Pihak WHO bahkan telah memverifikasi sedikitnya 13 serangan yang menyasar situs kesehatan dan fasilitas medis di berbagai wilayah permukiman.

“Sebanyak 6.186 orang lainnya terluka dalam serangan yang berlangsung antara 28 Februari hingga Selasa pukul 17.00 waktu setempat,” kata Hossein Kermanpour, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa operasi militer ini dirancang untuk melumpuhkan kemampuan nuklir serta rudal balistik Iran. Hal ini memicu kekhawatiran global mengenai dampak keterlibatan AS serangan sekolah Iran terhadap warga sipil.

“Kami memproyeksikan empat hingga lima minggu, tetapi kami memiliki kemampuan untuk melanjutkan jauh lebih lama dari itu. Kami akan melakukannya,” kata Donald Trump, Presiden AS.

Pemerintah Iran mengecam keras insiden ini sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional dan kejahatan perang yang nyata. Mereka memastikan bahwa serangan terhadap fasilitas pendidikan dan infrastruktur energi tidak akan dibiarkan tanpa hukuman setimpal.