PYONGYANG, KAREBA. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Lukashenko resmi menandatangani Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama dalam pertemuan bilateral di Pyongyang pada Rabu 25/03/2026. Kesepakatan strategis ini bertujuan memperkuat hubungan kedua negara yang saat ini menghadapi tekanan besar dari blok Barat.

Pertemuan antara Kim Jong Un dan Lukashenko di ibu kota Korea Utara tersebut juga menghasilkan sekitar sepuluh kesepakatan baru di tingkat kementerian. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Wakil Perdana Menteri baru, Kim Tok Hun, di bandara sebelum memulai agenda kunjungan resmi selama dua hari.

“Waktunya telah tiba untuk meningkatkan hubungan kami. Situasi saat ini mendorong kami saling mendekat,” kata Alexander Lukashenko, Presiden Belarus.

Sinergi antara Kim Jong Un dan Lukashenko ini tidak terlepas dari posisi geopolitik kedua negara yang sama-sama memberikan dukungan terhadap Rusia. Di tengah isolasi global, Pyongyang dan Minsk berupaya membangun aliansi jangka panjang untuk menjaga stabilitas ekonomi serta keamanan nasional mereka.

“Ada rentang bidang yang menarik bagi Belarus dan Korea Utara. Semua tercermin dalam perjanjian persahabatan yang akan ditandatangani pemimpin kami,” kata Maxim Ryzhenkov, Menlu Belarus.

Melalui surat resmi sebelumnya, pihak Korea Utara menyatakan siap memperdalam persahabatan ke tingkat yang sesuai dengan tuntutan era baru. Kunjungan ini merupakan momen bersejarah bagi kedua pemimpin setelah sebelumnya sempat bertemu secara formal di Beijing pada September tahun lalu.