NAPLES, KAREBA. Manajemen klub Liga Italia, Napoli, secara resmi mengancam penyerang Romelu Lukaku dengan sanksi Denda Rp8,5 Miliar Per Hari jika tidak segera kembali ke Italia. Pemain asal Belgia tersebut memicu kemarahan manajemen setelah menolak pulang dari Antwerp pasca dicoret dari daftar tim nasional untuk menjalani pemulihan cedera otot secara mandiri tanpa izin resmi klub.
Napoli menetapkan batas waktu bagi Lukaku untuk melapor kembali ke pusat latihan Castel Volturno sebelum Selasa, 31/03. Jika sang pemain tetap mangkir, klub tidak ragu menjatuhkan hukuman finansial sebesar 500.000 euro atau setara dengan Denda Rp8,5 Miliar Per Hari berdasarkan estimasi gaji dan kontraknya. Kasus ini mencuat menjadi krisis internal serius yang mengancam keharmonisan skuad yang sedang bersaing di papan atas Serie A.
“Romelu Lukaku membuat keputusan yang tidak dapat diterima. Kami mengharapkan pemain profesional untuk kembali ke Castel Volturno setelah jeda internasional, bukan memilih latihan di Belgia tanpa izin,” kata Giovanni Careca, Wakil Presiden Napoli.
Konflik bermula saat Lukaku mengeklaim bahwa fasilitas medis di Antwerp lebih optimal untuk memulihkan kebugaran ototnya yang bermasalah sejak Agustus 2025. Namun, pihak manajemen menilai tindakan tersebut melanggar regulasi internal FIGC yang melarang sesi latihan individu di luar pengawasan tim medis klub tanpa koordinasi formal. Napoli juga bersiap membekukan status Lukaku dari skuad utama jika sanksi Denda Rp8,5 Miliar Per Hari tidak diindahkan.
“Kondisi Romelu saat ini jauh dari standar yang diperlukan untuk Piala Dunia 2026. Oleh karena itu, saya menyarankan pemulihan intensif di klinik Antwerp selama 7-10 hari, dengan fokus pada kekuatan otot,” kata Prof. Dr. Marc Van den Broeck, Dokter Kepala Timnas Belgia.
Menanggapi ancaman Denda Rp8,5 Miliar Per Hari tersebut, pihak agen menyatakan bahwa prioritas utama kliennya saat ini adalah kesehatan jangka panjang. Lukaku merasa bahwa program pemulihan di Belgia lebih efektif dan aman dibandingkan harus segera bergabung dengan jadwal latihan fisik yang berat di bawah asuhan asisten pelatih Cristian Stellini di Italia.
“Kami hanya memprioritaskan kebugaran Romelu. Napoli mengabaikan kebutuhan pemulihan yang kompleks setelah cedera otot parah. Latihan di Antwerp lebih efektif dan aman,” kata Mino Raiola, Agen Lukaku.
Hingga saat ini, status Lukaku di tim utama Napoli terancam setelah ia hanya mencatatkan 64 menit waktu bermain di musim ini. Jika ultimatum tidak dipenuhi, Napoli diprediksi akan mengembalikan pemain berusia 32 tahun tersebut ke klub asalnya di Arab Saudi lebih awal guna meminimalisir kerugian finansial lebih lanjut.