BANGKOK, KAREBA. Perdana Menteri Anutin Charnvirakul mengumumkan pembentukan Pemerintah Baru Thailand akan segera rampung setelah daftar menteri kabinet diserahkan kepada raja pada Senin depan.
Langkah ini merupakan respon cepat untuk mengatasi krisis energi dan memberikan stimulus bagi konsumen di tengah gejolak pasar global. Pemerintah Baru Thailand dijadwalkan menyampaikan pidato kebijakan di depan parlemen pada periode 07/04 hingga 09/04 tahun ini.
“Negara akan punya pemerintah baru minggu depan, daftar kabinet diserahkan Senin untuk persetujuan raja,” kata Anutin Charnvirakul, Perdana Menteri Thailand.
Dalam agenda kerjanya, Pemerintah Baru Thailand akan fokus pada penghapusan kebijakan cap harga minyak yang sudah tidak efektif. Sebagai gantinya, otoritas terkait akan menerapkan pemotongan pajak minyak serta penyaluran subsidi tahap baru guna menjaga daya beli masyarakat.
“Pemerintah baru akan segera sampaikan pernyataan kebijakan ke parlemen agar bisa mulai bekerja,” ujar Anutin Charnvirakul, Perdana Menteri Thailand.
Menteri Energi Auttapol Rerkpiboon menjelaskan bahwa stok minyak nasional saat ini berada pada posisi aman untuk 107 hari. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan Kementerian Keuangan untuk menstabilkan kondisi keuangan negara.
“Thailand punya cadangan minyak 107 hari, tambahan kiriman tiba April hingga Mei,” kata Auttapol Rerkpiboon, Menteri Energi.
Saat ini dana subsidi minyak atau Oil Fund mengalami defisit sebesar 38 miliar baht akibat tekanan harga pasar. Meski demikian, pasokan dipastikan tetap lancar melalui kerja sama dengan pemasok dari Brasil hingga Kazakhstan guna menjamin stabilitas energi domestik.