JAKARTA, KAREBA. Penanganan kasus penyiraman air keras Andrie Yunus yang merupakan Wakil Koordinator KontraS kini resmi dilimpahkan oleh Polda Metro Jaya kepada Pusat Polisi Militer atau Puspom TNI.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah tim penyidik menemukan sejumlah fakta baru selama proses penyelidikan berlangsung. Kepolisian langsung bergerak cepat melakukan pendalaman sejak laporan peristiwa tersebut diterima.

“Dari hasil penyelidikan tersebut, setelah kami menemukan fakta-fakta dari hasil penyelidikan tersebut, kemudian saat ini dapat kami laporkan kepada Pimpinan bahwa permasalahan tersebut sudah kami limpahkan ke Puspom TNI,” kata Iman Imanuddin, Dirreskrimum Polda Metro Jaya.

Peristiwa penyiraman air keras Andrie Yunus terjadi di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis 12/03 malam. Insiden tersebut berlangsung tepat setelah korban menghadiri acara diskusi di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI.

“Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” kata Dimas Bagus Arya, Koordinator KontraS.

TNI telah mengamankan empat oknum anggota yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras Andrie Yunus tersebut. Para terduga pelaku berasal dari satuan Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis atau Denma BAIS TNI dengan inisial NDP, SL, BHW, dan ES.

Pihak kepolisian sebelumnya sempat mengungkap dua inisial terduga pelaku yang berbeda dengan rilis pihak militer yaitu BHC dan MAK. Saat ini publik masih menunggu perkembangan terbaru dari Puspom TNI terkait kelanjutan proses hukum para tersangka tersebut.