MADRID, KAREBA. Tim nasional Maroko dijadwalkan menantang Ekuador dalam pertandingan persahabatan Maroko vs Ekuador yang akan berlangsung di Riyadh Air Metropolitano Stadium, Madrid, pada Jumat (27/03). Laga yang digelar pukul 21.15 waktu setempat ini menjadi panggung perdana bagi pelatih baru Mohamed Wahbi untuk menguji taktik skuad Atlas Lions.
Pertemuan ini merupakan bagian dari kalender FIFA International Match Week Maret 2026 sebagai persiapan menuju kualifikasi Piala Dunia. Maroko datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah tidak terkalahkan dalam 24 pertandingan terakhir sejak Agustus 2025. Catatan impresif tersebut mencakup 22 kemenangan dan dua hasil imbang yang menempatkan mereka di jajaran delapan besar peringkat dunia FIFA.
“This friendly against Ecuador is the first real opportunity to test our ideas and stamp our identity on the team,” kata Mohamed Wahbi, Pelatih Kepala Tim Nasional Maroko.
Sisi lain yang menarik perhatian adalah status Maroko sebagai juara bertahan Piala Afrika 2025. Gelar tersebut diraih setelah keputusan kontroversial CAF yang memberikan kemenangan 3-0 atas Senegal di laga final. Pertandingan persahabatan Maroko vs Ekuador ini akan menjadi barometer pertama publik untuk menilai kredibilitas tim pasca dinamika di turnamen kontinental tersebut.
Ekuador sendiri bukan lawan yang mudah bagi perwakilan Afrika tersebut. Tim berjuluk La Tri tersebut kini menduduki peringkat 23 FIFA dan memiliki gaya permainan ofensif yang mengandalkan kecepatan sayap. Meski Maroko lebih diunggulkan secara statistik, Ekuador diprediksi akan memberikan perlawanan sengit melalui skema rotasi pemain muda yang sedang diintegrasikan ke tim senior.
“Maroko datang dengan modal kuat setelah tidak terkalahkan dalam 24 pertandingan terakhir mereka sejak Agustus 2025. Dengan catatan 22 kemenangan dan 2 hasil imbang, tim ini menunjukkan performa yang konsisten,” kata Analis Laga Internasional, Penulis Prediksi Sepak Bola.
Laga ini akan menggunakan aturan standar FIFA dengan batasan maksimal enam pergantian pemain. Format 90 menit tanpa perpanjangan waktu dipilih untuk memberikan fleksibilitas bagi kedua pelatih dalam melakukan eksperimen formasi. Keamanan dan fasilitas stadion di Madrid menjadi alasan utama pemilihan lokasi netral untuk menggelar pertandingan prestisius ini.