NAPLES, KAREBA – Penyerang utama Romelu Lukaku Napoli kini terancam sanksi denda berat dan pembekuan status skuad setelah mangkir dari sesi latihan resmi di Castel Volturno. Pemain asal Belgia tersebut memilih untuk menetap di Antwerp guna menjalani pemulihan cedera otot secara mandiri tanpa mendapatkan izin tertulis dari pihak manajemen klub.

Manajemen klub merasa sangat kecewa karena Lukaku seharusnya sudah kembali ke Italia pada Kamis, 26/03, setelah dicoret dari skuad tim nasional akibat kondisi fisik yang tidak bugar. Namun, hingga akhir pekan ini, pemain berusia 32 tahun tersebut justru masih berada di Belgia untuk mengikuti program khusus di klinik luar pengawasan tim medis klub.

Napoli telah mengeluarkan ancaman sanksi harian sebesar 500.000 euro jika Romelu Lukaku Napoli tidak segera melapor diri sebelum tenggat waktu Selasa, 31/03. Ultimatum ini diberikan guna menjaga disiplin internal tim di bawah asuhan asisten pelatih Cristian Stellini yang sedang memimpin sesi latihan rutin selama jeda internasional.

“Romelu Lukaku membuat keputusan yang tidak dapat diterima. Kami mengharapkan pemain profesional untuk kembali ke Castel Volturno setelah jeda internasional, bukan memilih latihan di Belgia tanpa izin,” kata Giovanni Careca, Wakil Presiden Napoli.

Perselisihan ini bermula dari perbedaan pandangan mengenai metode pemulihan pasca cedera otot serius yang dialami sang pemain sejak pramusim Agustus 2025. Pihak Romelu Lukaku Napoli mengklaim bahwa fasilitas medis di Antwerp jauh lebih mumpuni untuk mempersiapkan fisiknya menghadapi sisa kompetisi Liga Italia musim ini.

“Kami hanya memprioritaskan kebugaran Romelu. Napoli mengabaikan kebutuhan pemulihan yang kompleks setelah cedera otot parah. Latihan di Antwerp lebih efektif dan aman,” kata Mino Raiola, Agen Lukaku.

Kasus indisipliner ini juga telah dilaporkan ke otoritas FIGC karena dianggap melanggar kontrak kerja profesional terkait kewajiban pemain terhadap klub. Jika konflik ini berlanjut, Napoli berpotensi memutus kontrak pinjaman lebih awal yang dapat merugikan nilai pasar sang pemain hingga ratusan miliar rupiah.

“Mangkir tanpa izin merusak kepercayaan tim. Manajemen telah membuat keputusan untuk sanksi, dan kami akan mengikuti protokol,” kata Cristian Stellini, Asisten Pelatih Napoli.