GAZA, KAREBA — Ratusan warga Palestina melaksanakan Salat Idul Fitri di Gaza secara berjamaah di jalan raya utama dan area terbuka di tengah puing bangunan hancur pada Jumat 20/03. Perayaan sederhana ini dilakukan para pengungsi di Kamp Al-Nuseirat dan Khan Younis di bawah bayang-bayang kelaparan serta blokade bantuan yang masih berlanjut.
Salat Idul Fitri di Gaza kali ini terpaksa dilakukan di ruang terbuka karena lebih dari 1.100 masjid di seluruh wilayah tersebut telah rusak parah akibat perang. Masyarakat berkumpul secara spontan sejak fajar untuk menegaskan ketahanan spiritual mereka meski infrastruktur kota sudah porak-poranda.
“Kami melaksanakan salat Idul Fitri di jalan raya utama kamp pengungsi Al-Nuseirat meski di tengah puing-puing rumah hancur,” kata Saksi Mata Al-Nuseirat, Warga Pengungsi.
Kondisi krisis kemanusiaan yang parah membuat harga makanan melonjak tajam saat pelaksanaan Salat Idul Fitri di Gaza pada tahun ini. Walaupun bantuan internasional terhambat, warga tetap merayakan 1 Syawal 1447 H dengan membakar api unggun dan berkumpul di antara reruntuhan rumah mereka.
“Ratusan warga berkumpul untuk salat Idul Fitri di Hamad City utara Khan Younis, di bawah kondisi sulit dengan blokade bantuan Israel dan harga makanan yang melonjak,” kata Saksi Mata Khan Younis, Warga Pengungsi.
Secara hukum internasional, situasi di wilayah ini terus dipantau melalui Resolusi PBB 2720 yang menuntut kelancaran bantuan kemanusiaan tanpa hambatan. Namun kenyataannya, pelaksanaan Salat Idul Fitri di Gaza tetap diwarnai dengan keterbatasan air bersih dan logistik dasar bagi jutaan pengungsi.