WASHINGTON DC, KAREBA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Trump beri kesempatan Iran buat kesepakatan damai pada Kamis 26/03. Hal ini disampaikan Trump sembari mengklaim bahwa militer Amerika Serikat saat ini sedang menghancurkan kekuatan Teheran secara total hingga tidak mungkin bangkit kembali.

Ketegangan ini memuncak setelah berakhirnya ultimatum 48 jam untuk membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur vital bagi 20 persen minyak dunia. Trump beri kesempatan Iran untuk segera bernegosiasi atau menghadapi kehancuran infrastruktur yang lebih parah di tengah krisis energi global yang terus meluas.

“Kami sedang menghancurkan total Iran. Mereka sudah kalah, mereka tidak akan bangkit kembali. Sekarang mereka punya kesempatan untuk membuat kesepakatan, tapi itu terserah mereka,” kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Tim diplomasi yang dipimpin oleh JD Vance dan Marco Rubio terus memantau perkembangan di Gedung Putih guna memastikan tekanan terhadap Teheran tetap maksimal. Trump menekankan bahwa ini adalah waktu bagi lawan bicaranya untuk bersikap serius sebelum situasi menjadi terlambat bagi stabilitas wilayah tersebut.

Pernyataan ini muncul setelah adanya jeda lima hari serangan terhadap pembangkit listrik di Iran pada awal pekan ini. Donald Trump terus mendesak agar Trump beri kesempatan Iran mengakhiri konflik melalui jalur diplomasi asalkan mereka mau menerima syarat kekalahan militer secara absolut.