DOHA, KAREBA – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa Ukraina tuduh rusia bantu Iran dalam melancarkan serangan militer ke pangkalan udara milik Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data intelijen Ukraina, satelit Rusia diduga memberikan foto pangkalan militer guna memetakan target sebelum serangan rudal balistik terjadi pada 27/01/2026.
Ukraina tuduh rusia bantu Iran setelah agen mata-mata mereka mendeteksi pola pengambilan gambar satelit yang mencurigakan di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi. Zelenskyy menyebut Rusia memotret lokasi tersebut sebanyak tiga kali dalam kurun waktu singkat sebelum serangan drone dan rudal Iran dilancarkan.
“Kami tahu bahwa jika mereka mengambil gambar sekali, mereka sedang mempersiapkan. Jika mereka mengambil gambar dua kali, itu seperti simulasi. Kali ketiga berarti dalam satu atau dua hari, mereka akan menyerang,” kata Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina.
Selain pangkalan di Arab Saudi, aktivitas satelit Rusia juga terpantau di Pangkalan Udara Incirlik Turki dan Al Udeid di Qatar pada 26/03/2026. Hal ini memperkuat kecurigaan bahwa Ukraina tuduh rusia bantu Iran untuk menghantam kepentingan militer Barat yang berada di wilayah Timur Tengah.
“Saya pikir itu sesuai dengan kepentingan Rusia untuk membantu orang Iran. Dan saya tidak percaya, saya tahu, bahwa mereka berbagi informasi. Apakah mereka membantu orang Iran? Tentu saja. Berapa persen? Seratus persen,” kata Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina.
Di sisi lain, Direktur CIA John Ratcliffe sebelumnya telah mengonfirmasi kepada Kongres AS bahwa Iran memang mencari dukungan intelijen dari Rusia dan China. Namun, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov membantah keras tuduhan pembagian data rahasia tersebut meski mengakui adanya kerja sama peralatan militer.
Polemik ini mencuat saat Zelenskyy berada di Qatar untuk menandatangani kesepakatan pertahanan dengan negara-negara Teluk. Ia juga mengkritik kebijakan pencabutan sanksi minyak Rusia oleh pemerintah AS yang dilakukan di tengah meluasnya konflik dan tuduhan bahwa Ukraina tuduh rusia bantu Iran secara aktif.