BOGOR, KAREBA Presiden Prabowo Subianto menyoroti paradoks impor produk olahan kopi dan cokelat di tengah upaya percepatan hilirisasi kopi dan cokelat nasional dalam forum di Hambalang pada 20/03. Kepala Negara menekankan perlunya pembangunan ratusan pabrik pengolahan guna memastikan bahan mentah Indonesia memiliki nilai tambah tinggi sebelum dikirim ke pasar mancanegara.
Presiden menyatakan keheranannya karena Indonesia sebagai pemilik kualitas bahan mentah terbaik dunia justru masih mengimpor produk jadi dari merek global seperti Starbucks, Nestle, dan KitKat. Strategi hilirisasi kopi dan cokelat ini akan dilakukan melalui peta jalan pohon industri yang mencakup penguatan sektor hulu hingga pembangunan infrastruktur industri pengolahan di berbagai wilayah strategis.
“Kita punya kopi, cokelat terbaik, tetapi kita impor Starbucks, Nestle, Nescafe. Kita punya cokelat terbaik, tetapi kita impor KitKat, kita makan Cadbury, ya kan,” kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Langkah industrialisasi ini dianggap semakin krusial setelah penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat pada 19/02 di Washington DC. Kementerian Perdagangan mencatat kesepakatan tersebut memberikan tarif nol persen untuk 1.819 pos tarif produk ekspor Indonesia termasuk produk olahan dari program hilirisasi kopi dan cokelat.
“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri. Antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang yang tarifnya adalah nol persen,” kata Budi Santoso, Menteri Perdagangan Republik Indonesia.
Hilirisasi kopi dan cokelat ini juga menyasar Sulawesi sebagai penopang utama kakao nasional dengan proyeksi produksi mencapai 635 ribu ton pada 2026. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran khusus sebesar 40 triliun rupiah untuk mendukung peremajaan kebun, penyediaan benih unggul, serta pendampingan bagi para pekebun rakyat agar kualitas produk dalam negeri mampu bersaing secara global.