[TEXAS], KAREBA – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil mengamankan posisi start keempat pada sesi kualifikasi Grand Prix Moto3 di Circuit of the Americas, Texas. Penampilan impresif remaja asal Gunungkidul ini membuktikan daya saingnya di kancah dunia meskipun berstatus sebagai pembalap debutan pada musim 2026.

Veda Ega Pratama sebenarnya berpeluang meraih pole position setelah mencatatkan waktu tajam 2:12,813 pada sesi kualifikasi kedua. Namun, Race Direction membatalkan catatan waktu lap terakhirnya karena motornya menyentuh area hijau di luar kerb atau melanggar aturan track limit. Alhasil, ia harus puas memulai balapan dari baris kedua tepatnya di posisi keempat.

“Hari ini kedua pembalap membuat kemajuan yang sangat baik. Veda mencatatkan waktu lap yang sangat baik dan bahkan terus meningkat pada putaran keduanya,” kata Hiroshi Aoyama, Manajer Tim Honda Team Asia.

Aoyama menambahkan bahwa pembatalan lap tersebut sangat disayangkan karena Veda sebenarnya mampu berada di posisi yang jauh lebih tinggi. Meski demikian, kemampuan adaptasi pembalap binaan Astra Honda Racing Team di sirkuit teknikal seperti COTA mendapat pujian tinggi dari sang manajer.

“Sangat disayangkan catatan waktu di lap terakhir saya harus dibatalkan karena saya sedikit melebar dari garis lintasan. Saya terus mendorong motor hingga batas maksimal,” kata Veda Ega Pratama saat memberikan keterangan usai sesi kualifikasi.

Veda Ega Pratama menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menjaga ritme balap dan merawat kondisi ban. Ia optimistis bisa bertarung memperebutkan podium sejak lampu start padam, mengingat performa motor Honda NSF250RW miliknya sedang dalam kondisi prima.

Pembalap kelahiran 23/11/2008 ini memang sedang menjadi sorotan setelah berhasil meraih podium ketiga pada seri pembuka di Brasil. Keberhasilannya menembus kelas utama Moto3 merupakan buah dari prestasi gemilangnya saat menjuarai Asia Talent Cup 2023 dengan rekor 256 poin.

Dukungan finansial yang mencapai kisaran Rp5.100.000.000 hingga Rp6.800.000.000 per musim menjadi bukti besarnya investasi Honda terhadap talenta Veda. Dengan modal start di baris kedua, Veda diharapkan mampu kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung balap internasional.