SOLO, KAREBA. Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, secara terbuka menawarkan inisiatif Ahmad Ali mediasi Jusuf Kalla terkait laporan dugaan penistaan agama oleh Ketua Umum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat. Langkah ini diambil guna meredam keriuhan publik yang dinilai hanya menguras energi bangsa untuk urusan yang tidak mendasar.
Ahmad Ali menyampaikan hal tersebut usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Sumber, Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (16/04). Ia menilai perselisihan antara Sahat dan Jusuf Kalla lebih didasari oleh kesalahpahaman yang seharusnya bisa diselesaikan melalui dialog kekeluargaan.
Upaya untuk Ahmad Ali mediasi Jusuf Kalla semakin menguat setelah mantan Wakil Presiden RI tersebut menghubungi Ali secara langsung melalui sambungan telepon. Keduanya berencana mengadakan pertemuan dalam waktu dekat guna membahas penyelesaian laporan polisi di Polda Metro Jaya tersebut.
“Kemarin Pak Jusuf Kalla menelepon saya untuk kemudian insyaallah dalam waktu dekat kami akan melakukan pertemuan mediasi,” kata Ahmad Ali.
Ali merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menengahi karena kedekatan personal dengan kedua belah pihak. Ia merupakan pengurus di Dewan Masjid Indonesia (DMI) bersama Jusuf Kalla sekaligus rekan satu partai dengan Sahat di internal PSI.
“Sahal adik saya, Pak JK adalah kakak saya. Insyaallah saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mempertemukan ini,” kata Ahmad Ali.
Rencana Ahmad Ali mediasi Jusuf Kalla ini diharapkan menjadi solusi agar pihak yang keliru bersedia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia menegaskan bahwa keriuhan semacam ini tidak memberikan dampak positif bagi pembangunan bangsa jika terus diperdebatkan.
“Kalau ada pihak yang keliru bisa minta maaf sehingga kemudian perselisihan-perselisihan, kesalahpahaman-kesalahpahaman ini tidak digoreng-goreng terus. Energi bangsa terkuras hanya untuk mengurusi hal-hal yang remeh-remeh seperti itu,” kata Ahmad Ali.
Meskipun Sahat merupakan kader partai, PSI secara kelembagaan menegaskan tidak terlibat dalam pelaporan tersebut karena Sahat bertindak atas nama organisasi GAMKI. Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, sebelumnya bahkan telah memberikan instruksi tegas kepada kader untuk tidak merespon pernyataan Jusuf Kalla yang memicu polemik.
“Senin itu saya pimpin rapat bersama Ketua Umum untuk mengingatkan untuk jangan merespon pernyataan JK,” kata Ahmad Ali.