PALU, KAREBA – Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Palu sukses menggelar Lomba Sepatu Roda Sprint Palu 100 meter di Jalan Penggaraman Talise pada Minggu pagi. Ajang kompetisi ini menjadi wadah penting untuk menjaring bibit-bibit atlet muda berbakat melalui pertandingan yang dibagi dalam tiga kategori utama.
Lomba sepatu roda ini, yang mengusung tema “Penuh semangat dan energi, meluncur cepat untuk meraih prestasi,” memperlombakan tiga kategori berbeda. Kategori Pemula diperuntukkan bagi tahun kelahiran 2018-2021, sedangkan kategori KU-A dan KU-B masing-masing untuk tahun kelahiran 2017-2020 dan 2014-2016.
Sebanyak 23 peserta unjuk gigi, memamerkan kelincahan mereka di lintasan. Sejak bendera start dikibarkan, keseruan langsung pecah di setiap kategori, menandakan tingginya antusiasme terhadap Lomba Sepatu Roda Sprint Palu ini.
Kompetisi dirancang dalam tiga babak yang menguras fisik dan fokus. Babak pertama menuntut peserta mencatatkan waktu terbaik dalam time trial, kemudian empat roller tercepat melaju ke babak kedua untuk saling berhadapan. Babak final menjadi penentuan juara satu, dua, dan tiga.
Ketegangan tidak hanya milik para atlet cilik yang sedang melesat. Di pinggir trek, para orang tua tampak tak kalah tegang. Mereka bersorak, mengepalkan tangan, dan menahan napas menyaksikan buah hati mereka melaju kencang di atas roda dalam ajang Lomba Sepatu Roda Sprint Palu.
“Harapan kedepannya adalah melihat banyaknya klub sepatu roda yang mulai tumbuh. Kami tidak akan berhenti di sini. Setelah ini, kami juga berencana merambah ke kegiatan skateboard,” ujar Sarfan, Ketua Porserosi Kota Palu, optimistis.
Sarfan menegaskan bahwa ajang ini merupakan langkah konkret untuk menjaring bibit-bibit atlet muda berbakat asal Kota Palu. Keberadaan Lomba Sepatu Roda Sprint Palu diharapkan mampu memacu semangat generasi muda untuk berprestasi di kancah olahraga.
Meski demikian, Sarfan tidak menampik adanya tantangan besar di sektor infrastruktur. Hingga saat ini, Kota Palu belum memiliki sirkuit atau arena yang representatif untuk pusat latihan maupun kompetisi resmi.
Beruntung, secercah harapan muncul lewat dukungan finansial dari pemerintah daerah. “Kami sedang mengupayakan pembangunan atau renovasi infrastruktur pada tahun depan, memanfaatkan dana stimulan pembinaan yang kami dapatkan,” tambah Sarfan.
“Semoga ke depannya pemerintah memberikan perhatian lebih, terutama untuk perbaikan arena yang permanen (paten). Kita butuh fasilitas layak agar anak-anak bisa lebih berprestasi dan mampu mewakili Sulawesi Tengah di kancah nasional,” harap Ramli, salah satu orang tua peserta.
Agenda balapan ini juga mendapat atensi khusus dari para petinggi olahraga daerah. Selain Sarfan, tampak hadir Sekretaris Porserosi Provinsi Sulawesi Tengah, Hendra Iskandar, serta Ketua Harian KONI Kota Palu, Akram Agus.
Secara keseluruhan, gelaran sprint 100 meter ini sukses memantik api semangat para atlet muda. Sebagai bentuk apresiasi, para peraih podium Lomba Sepatu Roda Sprint Palu berhak membawa pulang medali, sertifikat, dan uang pembinaan. Sementara itu, seluruh partisipan lainnya tetap dianugerahi sertifikat penghargaan sebagai pemacu motivasi.