, KAREBA — Masyarakat Kota Palu mulai mengeluhkan kenaikan drastis harga bahan pokok di Pasar Inpres Manonda, terutama komoditas tempe yang mengalami lonjakan hingga 60 persen menjelang Ramadan.

Berdasarkan pantauan langsung Komisi B Kota Palu pada Jumat pagi, harga tempe balok yang sebelumnya dijual Rp5.000 kini sudah menyentuh angka Rp8.000 per potong. Kenaikan signifikan ini mengejutkan para pembeli mengingat momentum bulan suci Ramadan masih menyisakan waktu sekitar satu bulan lagi.

Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, Rusman Ramli, mengonfirmasi bahwa tren kenaikan ini mulai menyasar berbagai kebutuhan dapur. Selain tempe, harga daging ayam kampung merangkak naik ke posisi Rp80.000 per ekor dan daging sapi mencapai Rp135.000 per kilogram.

“Dari hasil pengecekan langsung dan konfirmasi ke pedagang, memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, namun kami berharap tetap dalam batas kewajaran,” kata Rusman Ramli, Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, pada Jumat (23/01).

Meskipun aktivitas jual beli di Pasar Manonda berjalan normal, kenaikan harga bahan pokok tersebut mulai memberikan tekanan pada pengeluaran rumah tangga. Pemerintah Kota melalui instansi terkait diminta melakukan langkah antisipatif guna mencegah spekulan yang memanfaatkan situasi menjelang puasa.

Rusman mengingatkan agar Pemerintah Kota Palu benar-benar menjaga kepastian pasokan dari distributor. Ia menekankan bahwa kenaikan harga yang terlalu tajam di awal dapat memicu inflasi daerah yang sulit terkendali saat memasuki puncak permintaan pada hari raya mendatang.

Legislator asal PKS ini juga menyarankan warga untuk tetap bijak dalam berbelanja. Komisi B berjanji akan terus melakukan sidak rutin ke sejumlah pasar tradisional lainnya guna memastikan harga bahan pokok tetap terpantau dan stok pangan nasional di tingkat daerah tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.*/LIA