SEOUL, KAREBA. Manajemen Samsung Electronics Co., Ltd. resmi mengumumkan status manajemen darurat untuk seluruh unit bisnis dalam Krisis Divisi DX Samsung per 15/03. Keputusan ini diambil meskipun penjualan pra-pesanan Galaxy S26 mencetak rekor pertumbuhan dua digit di pasar global seperti Amerika Serikat.
Penyebab utama Krisis Divisi DX Samsung adalah lonjakan harga chip memori DRAM yang naik sekitar 850 persen dalam setahun terakhir. Selain itu, kenaikan biaya logistik akibat konflik di wilayah Timur Tengah telah menggerus margin laba operasional perusahaan hingga ke level terendah dalam sejarah divisi tersebut.
“Kenaikan harga memori pasti akan memengaruhi harga produk,” kata Roh Tae-moon, Kepala Divisi DX.
Akibat krisis ini, divisi ponsel diprediksi mengalami penurunan laba operasional lebih dari 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Guna mengantisipasi kerugian lebih dalam, Samsung Electronics Co., Ltd. menerapkan mandat pemangkasan biaya operasional sebesar 30 persen di seluruh unit kerja di bawah naungan Device eXperience.
“Dengan tekanan ekstrem pada biaya bahan baku akibat kenaikan harga semikonduktor yang terus meningkat, ditambah biaya logistik yang naik, kami pada akhirnya tidak punya pilihan selain menempatkan divisi MX di bawah manajemen darurat juga,” kata Juru bicara Samsung Electronics.
Langkah efisiensi dalam Krisis Divisi DX Samsung juga menyasar fasilitas eksekutif dan program pensiun sukarela bagi karyawan tertentu. Manajemen kini mewajibkan pejabat setingkat Vice President ke bawah untuk menggunakan penerbangan kelas ekonomi untuk perjalanan dinas dengan durasi kurang dari 10 jam guna menekan pengeluaran.