CUPERTINO, KAREBA – Apple secara resmi memperingatkan jutaan penggunanya untuk mewaspadai ancaman peretasan massal iPhone yang melibatkan kit eksploitasi canggih bernama DarkSword dan Coruna. Kampanye serangan siber ini memungkinkan pelaku mendapatkan akses remote mendalam untuk mencuri data sensitif seperti kata sandi Wi-Fi, pesan teks, hingga riwayat lokasi korban.
Metode serangan ini diketahui menyasar pengguna di berbagai negara termasuk Malaysia, Turki, dan Arab Saudi melalui situs web yang telah dimodifikasi. Para peneliti keamanan siber menyebutkan bahwa peretasan massal iPhone ini memanfaatkan kerentanan pada sistem operasi versi lama yang belum diperbarui oleh pengguna.
“Mempertahankan perangkat lunak tetap terbaru tetap menjadi hal terpenting yang dapat dilakukan pengguna untuk menjaga keamanan tinggi pada perangkat Apple mereka,” kata Sarah O’Rourke, Juru Bicara Apple.
Laporan dari Google Threat Intelligence Group mengungkapkan bahwa eksploitasi ini sangat berbahaya karena mampu melakukan infeksi otomatis saat pengguna mengunjungi situs tertentu. Fenomena peretasan massal iPhone ini dilaporkan telah berdampak pada lebih dari 42.000 perangkat yang masih menjalankan iOS versi 18.4 hingga 18.7.
“Intinya yang menakutkan bagi pengguna biasa adalah mereka tidak bisa mendeteksi serangan ini,” kata John Scott-Railton, Senior Researcher di Citizen Lab.
Sebagai langkah pencegahan, pihak pengembang telah merilis pembaruan sistem operasi iOS 26 pada 18/03 untuk menutup celah keamanan tersebut. Pengguna sangat disarankan untuk segera melakukan pembaruan perangkat atau mengaktifkan fitur Lockdown Mode guna menghindari risiko peretasan massal iPhone yang lebih luas.