, KAREBA – Sembilan negara Muslim mayoritas menerima undangan Presiden AS Donald Trump bergabung Board of Peace Kamis (22/1/2026). Mereka tekankan komitmen bela hak Palestina di Gaza melalui administrasi transisi.

Delapan negara awalnya umumkan pernyataan bersama: Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Indonesia, Pakistan, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Kuwait kemudian konfirmasi partisipasinya, sehingga total menjadi sembilan negara Muslim.

Menteri Luar Negeri negara-negara tersebut tegaskan dukungan terhadap upaya perdamaian Trump. “Para Menteri mengumumkan keputusan bersama negara-negara mereka untuk bergabung dengan Board of Peace,” tulis pernyataan bersama Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, seperti dikutip AFP.

Sementara itu, pernyataan itu soroti misi utama Board of Peace. Badan ini bertugas konsolidasikan gencatan senjata permanen, dukung rekonstruksi Gaza, serta wujudkan perdamaian adil berdasarkan hak penentuan nasib sendiri Palestina.

Indonesia ikut aktif dalam koalisi ini. Kementerian Luar Negeri RI unggah pernyataan serupa di akun X resminya Kamis malam. Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar sebut Pakistan lanjutkan kerja sama dengan negara Islam saudara demi perdamaian Gaza yang langgeng.

Trump gelar upacara penandatanganan piagam Board of Peace di Davos, Swiss, saat World Economic Forum. Presiden AS ini klaim badan tersebut jadi “salah satu organisasi paling berpengaruh sepanjang masa”.​​

Meskipun demikian, piagam 11 halaman tidak sebut Gaza secara spesifik. Dokumen itu gambarkan Board of Peace sebagai organisasi internasional promosikan stabilitas di wilayah konflik global.

Trump pimpin badan ini seumur hidup. Negara bayar US$1 miliar peroleh kursi permanen, sementara lainnya ikut tiga tahun. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu konfirmasi partisipasi Israel meski hadapi surat perintah ICC.

Namun, respons global beragam. Prancis tolak undangan karena khawatir gantikan PBB. Norwegia, Swedia, Jerman, Italia, dan Slovenia ikut menolak. Inggris ragu akibat keikutsertaan Vladimir Putin. China tegas tolak, pertahankan PBB sebagai inti sistem internasional.

Board of Peace muncul dari fase dua kesepakatan gencatan senjata rapuh dengan Hamas. Badan ini awalnya fokus Gaza, tapi kini ambisius tangani konflik dunia. Sekretaris Negara AS Marco Rubio tekankan prioritas awal pastikan gencatan senjata Gaza jadi permanen.

Indonesia, sebagai negara Muslim terbesar, perkuat posisi bela Palestina melalui langkah ini. Koalisi sembilan negara Muslim beri bobot kuat pada upaya rekonstruksi dan stabilitas kawasan Timur Tengah.*/LIA