JAKARTA, KAREBA – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) serta program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dipastikan aman dari kebijakan efisiensi APBN 2026. Pemerintah berkomitmen menjaga defisit anggaran tetap di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto meski tekanan ekonomi global meningkat. Fokus efisiensi akan menyasar pada pos belanja yang dinilai kurang produktif seperti perjalanan dinas dan belanja barang kementerian.
“Anggaran program unggulan tidak dipotong, sama sekali,” kata Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian.
Menurut Airlangga, program unggulan seperti Anggaran Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat. Kebijakan ini dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian guna menciptakan ruang fiskal yang lebih sehat. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kementerian Keuangan untuk menyisir 15 pos belanja yang tidak mendesak termasuk pengadaan kendaraan dinas baru.
“Arahan saya jelas, kita harus menjaga defisit anggaran di sekitar 3 persen atau di bawahnya,” kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Hingga Maret 2026, pemerintah mencatat potensi efisiensi tambahan sebesar Rp60 triliun dari penyisiran Anggaran Biaya Tambahan di berbagai lembaga. Dana hasil penghematan ini rencananya akan dialihkan untuk pembiayaan rehabilitasi pascabencana serta penguatan layanan dasar bagi masyarakat luas. Anggaran Makan Bergizi Gratis tetap menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.