JAKARTA, KAREBA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal bahwa Anggaran MBG 2026 yang dipatok sebesar Rp335 triliun berpotensi diefisiensikan akibat tekanan fiskal global. Dalam Rakortas di Jakarta pada 16/03, ia menyebut penyerapan dana tersebut tidak harus dilakukan secara penuh demi menjaga kesehatan APBN dari lonjakan harga minyak dunia.

“MBG akan diefisienkan, cara mereka belanjanya. Saya pikir MBG itu program yang bagus karena nggak semuanya kaya. Hanya pelaksanaannya dioptimalkan saja,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Purbaya menegaskan bahwa langkah efisiensi ini mendesak dilakukan mengingat harga minyak mentah saat ini menembus angka 100 dolar AS per barel, jauh melampaui asumsi Anggaran MBG 2026 yang hanya 70 dolar AS per barel. Setiap kenaikan satu dolar harga minyak diperkirakan menambah defisit anggaran hingga Rp6,8 triliun bagi negara.

“Saya pikir gitu, nggak harus Rp335 triliun,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menekankan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai pemangkasan pagu. Fokus koordinasi saat ini adalah menyikapi situasi geopolitik di Timur Tengah yang mengancam jalur pasokan energi dunia dan mempengaruhi stabilitas Anggaran MBG 2026.

“Sementara kita masih tetap dengan yang ada, terutama yang sudah ditetapkan dengan APBN 2026,” kata Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional.

Penyaluran program makan bergizi ini direncanakan melalui 25.082 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di seluruh wilayah Indonesia. Hingga 09/03, serapan Anggaran MBG 2026 tercatat baru mencapai Rp44 triliun atau sekitar 13,1 persen dari total pagu yang dialokasikan oleh Kementerian Keuangan.

Pemerintah memiliki waktu satu minggu untuk menentukan langkah teknis efisiensi tersebut agar defisit tidak melampaui batas tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto. Jika tekanan terus berlanjut, potensi defisit APBN pada tahun depan diperkirakan bisa menyentuh angka empat persen jika tidak ada penyesuaian belanja strategis.