DAKAR, KAREBA. Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) secara resmi telah mengajukan banding Senegal ke CAS pada Rabu (25/03/2026) guna membatalkan keputusan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 mereka.

Langkah hukum ini diambil setelah CAF mengubah hasil final dari kemenangan 1-0 untuk Senegal menjadi kemenangan 3-0 bagi Maroko. Keputusan tersebut didasari oleh aksi protes tim nasional Senegal yang meninggalkan lapangan selama 14 menit saat laga berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat.

Dalam permohonannya, FSF meminta agar hasil asli pertandingan diakui dan penangguhan batas waktu pengajuan berkas banding dilakukan hingga CAF memberikan penjelasan lengkap. Melalui banding Senegal ke CAS ini, pihak Senegal berharap keadilan atas prestasi mereka di lapangan tetap dihormati secara sah oleh otoritas sepak bola internasional.

“Banding FSF bertujuan untuk membatalkan keputusan CAF dan menyatakan FSF sebagai pemenang AFCON. Ia juga meminta penangguhan langsung batas waktu pengajuan brief banding hingga keputusan CAF disampaikan dengan alasan lengkap,” kata perwakilan Pengadilan Arbitrase Olahraga.

Proses hukum di Swiss ini akan berlanjut dengan pembentukan panel arbitrase khusus untuk meninjau materi gugatan secara mendalam. Pihak FSF menilai keputusan CAF yang menganggap aksi protes sebagai tindakan menyerah atau forfait adalah langkah yang sangat merugikan posisi tim yang dipimpin Sadio Mane tersebut.

“Sebuah Panel Arbitrase CAS akan ditunjuk untuk mempertimbangkan hal ini. Setelah itu, kalender prosedural akan dibuat,” kata perwakilan Pengadilan Arbitrase Olahraga.

Sebelum akhirnya mengajukan banding Senegal ke CAS, Pemerintah Senegal juga sempat menyatakan keberatan dan menuntut penyelidikan mendalam atas pencabutan gelar tersebut. Kini, nasib status juara Benua Afrika tersebut sepenuhnya berada di tangan para hakim arbitrase internasional yang akan segera memulai persidangan.