DALLAS, KAREBA – Gelandang Portugal Bernardo Silva menjadi sasaran kemarahan suporter usai timnya tersingkir secara menyakitkan dari Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia di Dallas. Masuk sebagai pemain pengganti, performa Bernardo Silva dinilai merusak ritme permainan hingga gagal memanfaatkan peluang emas di detik-detik terakhir pertandingan.

Kekalahan 0-1 melalui gol Mikel Merino di menit 90+1 pada 30/06 tidak hanya memulangkan Selecao das Quinas, tapi juga menandai kemungkinan akhir karier internasional Cristiano Ronaldo. Namun, sorotan negatif justru tertuju tajam kepada Bernardo Silva yang dianggap tampil memalukan selama berada di lapangan hijau.

“Bernardo Silva adalah pemain pengganti terburuk dalam sejarah sepak bola. Dia membuat Portugal kehilangan turnamen hanya dalam beberapa menit setelah masuk,” tulis salah satu suporter di media sosial.

Statistik mencatat bahwa Bernardo Silva mendapatkan kartu kuning dan melakukan beberapa pelanggaran tidak perlu yang justru memberikan keuntungan bagi Spanyol. Puncaknya terjadi saat sundulannya di depan gawang Unai Simon melambung tinggi, memupus harapan Portugal untuk memaksakan babak perpanjangan waktu.

Kekecewaan publik muncul karena pemain tersebut dianggap tidak memberikan kontribusi positif meski datang dengan status bintang dunia. Pihak FIFA mencatat laga ini sebagai salah satu duel paling emosional bagi kedua tim semenjak pertemuan mereka di edisi 2010 silam.

“Yikes, penampilan yang sangat buruk dari Bernardo Silva,” komentar pendukung lainnya yang merasa impian juara Portugal berakhir akibat kesalahan individu pemain yang tidak siap tempur.

Dengan hasil ini, Spanyol mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang meraih enam clean sheet berturut-turut di ajang World Cup. Sementara bagi Bernardo Silva dan kolega, evaluasi besar menanti setelah generasi emas mereka gagal melangkah lebih jauh dari babak 16 besar.