CARACAS, KAREBA — Blokade minyak AS mengancam penurunan produksi Venezuela hingga 70% tahun ini. Penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh militer AS pada 3 Januari memperburuk situasi. PDVSA alami krisis penyimpanan yang memaksa pemangkasan puluhan ribu pekerjaan.
Pemerintah Venezuela hadapi kehancuran ekonomi parah akibat blokade tersebut. Presiden Donald Trump terapkan “karantina” minyak pada 16 Desember 2025. Langkah ini lumpuhkan ekspor minyak negara anggota OPEC itu. Sementara itu, PDVSA alihkan minyak mentah ke tangki penyimpanan darat. Perusahaan juga ubah kapal tanker menganggur menjadi fasilitas penyimpanan terapung.
Krisis ini ciptakan risiko migrasi besar-besaran atau kelaparan. Proyeksi internal pemerintah dan analis industri tunjukkan dampak blokade minyak AS sangat dalam. Produksi minyak Venezuela anjlok drastis sejak blokade berlaku. Selain itu, Venezuela kesulitan distribusikan minyak mentah ke pasar global.
Penangkapan Maduro tambah tekanan politik dan ekonomi. Militer AS tahan pemimpin tersebut pada 3 Januari. Akar masalah tetap pada blokade minyak AS yang mulai Desember lalu. PDVSA kurangi operasi untuk atasi kelebihan stok. Namun, langkah ini picu PHK massal di sektor minyak.
Analis industri prediksi blokade minyak AS perpanjang krisis penyimpanan. Venezuela alami gangguan rantai pasok minyak. Pemerintah upaya cari solusi alternatif ekspor. Meskipun begitu, dampak ekonomi tetap dominan di tengah sanksi ketat. Situasi ini ancam stabilitas negara secara keseluruhan.
Venezuela sebagai produsen minyak utama hadapi tantangan berat. Blokade minyak AS batasi akses ke pasar internasional. PDVSA fokus kelola stok berlebih sambil kurangi tenaga kerja. Kemudian, pemerintah pantau dampak sosial seperti potensi kelaparan. Proyeksi buruk ini dorong pencarian mitra dagang baru.
Sementara itu, blokade minyak AS picu ketergantungan Venezuela pada penyimpanan darurat. Analis sarankan diversifikasi ekonomi segera. Namun, sanksi Trump halangi upaya tersebut. Krisis ini uji ketahanan industri minyak negara Amerika Selatan itu. Pemerintah Maduro sebelumnya hadapi tekanan serupa, tapi blokade kali ini paling parah.
Badan Pusat Statistik catat tren global minyak ikut terdampak. Venezuela alami kontraksi produksi signifikan. Selain itu, blokade minyak AS ubah dinamika OPEC. Negara anggota lain pantau perkembangan ketat.*/LIA