TEHRAN, KAREBA – Pakar sains terkemuka Universitas Tehran, Dr. Saeed Shamaghadari, dilaporkan tewas bersama dua orang anaknya dalam sebuah serangan udara presisi yang menghantam kediaman mereka di wilayah Tehran Utara pada Selasa (24/03). Insiden mematikan tersebut menghancurkan seluruh properti milik korban hingga rata dengan tanah.

Laporan awal dari media lokal Iran mengindikasikan bahwa serangan terhadap Dr. Saeed Shamaghadari diduga kuat menggunakan rudal jelajah atau drone canggih yang mampu menembus pertahanan udara kota. Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan rincian waktu pasti mengenai ledakan yang mengguncang ibu kota tersebut.

Dugaan sementara mengarah pada operasi pembunuhan terencana atau targeted killing yang diatur oleh pihak Amerika Serikat dan Israel. Dr. Saeed Shamaghadari dikenal luas sebagai salah satu intelektual strategis yang memiliki pengaruh besar dalam pengembangan teknologi nuklir dan sains di negara tersebut.

Aksi kekerasan ini dinilai telah melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa Pasal 2(4) mengenai larangan penggunaan kekerasan antarnegara yang berdaulat. Selain itu, serangan di kawasan pemukiman sipil tersebut dianggap mengabaikan Protokol I Konvensi Jenewa tentang perlindungan warga sipil.

Belum ada konfirmasi resmi maupun klaim tanggung jawab dari pihak Washington atau Tel Aviv terkait kematian Dr. Saeed Shamaghadari dalam peristiwa berdarah ini. Kejadian tersebut dikhawatirkan akan memicu eskalasi konflik yang lebih luas serta potensi serangan balasan dari Tehran terhadap aset strategis asing di kawasan.