JAKARTA, KAREBA. Fenomena iklim super kuat yang dijuluki Godzilla El Niño 2026 diprediksi akan mulai menerjang wilayah Indonesia pada April mendatang hingga Oktober 2026. Kondisi ini dipicu oleh kenaikan suhu permukaan laut di Pasifik Timur yang mencapai lebih dari 2 derajat Celcius di atas normal. Ancaman kekeringan ekstrem ini diperkirakan akan berdampak luas pada sektor pertanian dan ketersediaan air bersih di berbagai wilayah tanah air.

Badan Riset dan Inovasi Nasional melaporkan bahwa kemunculan Godzilla El Niño 2026 kali ini akan diperkuat oleh fenomena Indian Ocean Dipole atau IOD positif di Samudra Hindia. Kombinasi kedua fenomena alam ini menyebabkan pertumbuhan awan hujan bergeser menjauhi wilayah Indonesia menuju Pasifik Tengah dan Timur. Hal tersebut memicu periode musim kemarau yang jauh lebih kering dan lebih panjang dari biasanya.

“Kedua fenomena alam ini diprediksi akan terjadi bersamaan selama periode musim kemarau di Indonesia, sejak April hingga Oktober 2026. Wilayah selatan (Jawa-NTT) berpotensi lebih kering,” kata laporan resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional per 19/03.

Wilayah yang paling terdampak oleh Godzilla El Niño 2026 meliputi bagian selatan Indonesia mulai dari Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Timur. Sebaliknya, wilayah utara seperti Halmahera dan sebagian Maluku justru berpotensi mengalami kenaikan curah hujan. Namun, daerah di Sulawesi Tengah seperti Kota tetap diminta waspada terhadap risiko krisis air karena karakteristik wilayahnya yang rentan.

Puncak dari fenomena Godzilla El Niño 2026 ini diperkirakan terjadi antara bulan Agustus hingga November mendatang. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika juga telah mengonfirmasi bahwa musim kemarau tahun depan akan datang lebih awal di sebagian besar wilayah. Pemerintah daerah diimbau untuk segera melakukan langkah mitigasi guna mencegah kebakaran hutan dan lahan yang masif.